Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar rapat koordinasi nasional yang dihadiri oleh 1.104 sekretaris daerah (Sekda) dan kepala Bappeda dari seluruh Indonesia.
Acara berlangsung mulai 27 hingga 30 Oktober 2025 di IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa kegiatan ini berbeda dari agenda retreat kepala daerah yang sebelumnya diadakan di Magelang.
“Kita enggak istilahkan retreat, karena tidurnya bukan di tenda, dan kemudian kurikulumnya agak sedikit beda, dan kita lakukan di Jatinangor, IPDN,” ujarnya.
Advertisement
Selama empat hari, peserta akan menerima paparan materi dari sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Tito menyebut ada 22 instansi yang dijadwalkan menjadi narasumber, termasuk Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bappenas, dan Badan Gizi Nasional (BGN).
Pihaknya memilih Jatinangor karena akses yang lebih dekat dengan Jakarta, sehingga memudahkan kehadiran para pejabat pusat.
“Karena di akhir tahun ini para menteri sudah pada sibuk semua. Pejabat eselon satu sibuk semua. Kalau saya laksanakan di Magelang, nanti satu hari penuh itu nanti mereka harus berangkat, jalan daratnya, pulangnya. Kalau yang di sini, mereka bisa berangkat, mengisi pagi, siang kembali lagi kerja,” kata Tito.
Advertisement
Tito menuturkan, rakor ini menjadi momentum strategis untuk membahas berbagai program prioritas pemerintah yang harus dijalankan pemerintah daerah.
Program yang dimaksud antara lain:
- Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih
- Sekolah Rakyat
- Kampung Nelayan
- Swasembada Pangan
- Makan Bergizi Gratis (MBG)
Menurut Tito, Sekda memiliki peran vital dalam memastikan kebijakan pemerintah pusat dapat diterapkan hingga level teknis.
“Sekda merupakan pejabat birokrat tertinggi di daerah sehingga memiliki peran sentral sebagai jembatan antara kepala daerah dengan jajaran staf di bawahnya,” tegasnya.