Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, menyatakan ketertarikannya terhadap peluang kolaborasi militer yang lebih erat dengan Indonesia. Marles secara spesifik melihat potensi bagi Australia untuk berpartisipasi dalam pengembangan dan penggunaan fasilitas pelatihan militer internasional yang akan dibangun oleh Indonesia di Morotai, Maluku Utara. Pernyataan penting ini disampaikan setelah serangkaian pertemuan bilateral, termasuk dengan Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, di Jakarta pada hari Kamis.
Kunjungan Marles ke Indonesia pekan ini menjadi platform strategis untuk memperkuat kemitraan pertahanan kedua negara. Dalam agenda utama, mereka membahas tindak lanjut dari Traktat Keamanan Bersama Australia-Indonesia yang telah ditandatangani pada Februari 2026, serta implementasi Perjanjian Kerja Sama Pertahanan Australia-Indonesia yang disepakati pada Agustus 2024. Diskusi ini menggarisbawahi komitmen bersama untuk keamanan regional.
Salah satu poin diskusi krusial adalah rencana Australia untuk mengirimkan tim survei militer ke Pulau Morotai pada akhir tahun ini. Tim tersebut akan melakukan peninjauan menyeluruh guna mengidentifikasi potensi kerja sama dalam pengembangan infrastruktur fasilitas pelatihan militer Indonesia yang berlokasi strategis. Inisiatif ini menandai langkah konkret dalam memperdalam Kerja Sama Militer Morotai.
Advertisement
Advertisement
Pertemuan antara Menteri Pertahanan Australia dan Indonesia di Jakarta menegaskan kembali komitmen kedua negara untuk memperkuat kemitraan strategis di bidang pertahanan. Diskusi mendalam mereka mencakup berbagai aspek, termasuk implementasi perjanjian keamanan dan pertahanan yang telah disepakati sebelumnya, yang menjadi fondasi penting bagi stabilitas regional.
Richard Marles secara eksplisit menyatakan bahwa fasilitas pelatihan yang akan dibangun di Morotai adalah milik Indonesia, namun ia melihat peluang besar bagi Australia untuk turut serta. Keterlibatan Australia diharapkan dapat berbentuk dukungan dalam pengembangan infrastruktur yang diperlukan untuk fasilitas pelatihan tersebut, menunjukkan semangat kolaborasi.
Sebagai langkah awal, Australia berencana mengirimkan tim survei militer ke Morotai pada akhir tahun ini. Tim ini akan mengevaluasi secara detail bagaimana Australia dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan infrastruktur yang sangat vital bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ini merupakan investasi strategis yang akan meningkatkan kapabilitas pelatihan militer Indonesia secara signifikan.
Advertisement
Advertisement
Meskipun fasilitas pelatihan di Morotai akan sepenuhnya menjadi milik Indonesia dan digunakan utamanya oleh TNI, Marles membuka kemungkinan bagi tentara Australia untuk berlatih di sana. Konsep penggunaan fasilitas pelatihan satu sama lain telah menjadi topik penting dalam diskusi antara angkatan pertahanan kedua negara, mencerminkan pendekatan yang saling menguntungkan.
Sebagai bentuk resiprokal, Australia juga memiliki area pelatihan militer yang luas di negaranya, dan Marles telah mengundang Indonesia untuk mengirimkan anggota TNI guna memanfaatkan fasilitas tersebut. Ini menunjukkan adanya prinsip saling berbagi sumber daya dan keahlian, yang dapat memperkaya pengalaman pelatihan bagi kedua belah pihak.
Keterlibatan Australia dalam proyek Morotai sebagian besar akan berfokus pada dukungan infrastruktur, sesuai dengan keinginan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Marles menegaskan bahwa proyek ini dipimpin oleh Indonesia, namun dilihat sebagai peluang besar bagi Australia untuk memperdalam hubungan dan kerja sama militer di kawasan Indo-Pasifik.
Advertisement
Sumber: AntaraNews