Menteri Kebudayaan Resmikan Penataan Lanskap Candi Plaosan Klaten Tahap Pertama
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon secara resmi meresmikan penataan lanskap Candi Plaosan di Klaten, Jawa Tengah, sebagai upaya pelestarian budaya dan daya tarik wisata. Tahap awal penataan lanskap Candi Plaosan ini berfokus pada pintu masuk dan area parkir.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan pengembangan atau penataan lanskap Situs Candi Plaosan yang berlokasi di Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Rabu malam, 21 Januari. Peresmian ini menandai dimulainya tahap pertama pengembangan kawasan Candi Plaosan, yang meliputi pembangunan pintu masuk (Entrance) serta penataan area parkir kendaraan pengunjung.
Fadli Zon menyatakan bahwa penataan kawasan situs Candi Plaosan merupakan langkah strategis pemerintah untuk melestarikan peninggalan sejarah dan budaya. Selain itu, upaya ini juga bertujuan menjadikan Candi Plaosan sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu menarik minat wisatawan baik domestik maupun internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi terbaru untuk mempercepat proses pemugaran cagar budaya, khususnya candi. Hal ini diharapkan dapat mengatasi tantangan waktu yang lama dalam proses restorasi, seperti yang dicontohkan pada pemugaran perwara Candi Prambanan.
Meningkatkan Daya Tarik dan Layanan Publik Candi Plaosan
Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB) atau Indonesian Heritage Agency (IHA) Kementerian Kebudayaan, Indira Esti Nurjadin, menjelaskan bahwa pengembangan dan pemanfaatan Candi Plaosan dilaksanakan oleh MCB. Pengelolaan ini menggunakan sistem manajemen Badan Layanan Umum (BLU MCB) yang diharapkan dapat mewujudkan kemandirian finansial.
Sistem BLU memungkinkan pembiayaan pelestarian museum dan cagar budaya tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). MCB memulai pengembangan Candi Plaosan pada tahun 2025 melalui penataan lanskap untuk meningkatkan layanan publik dan mewujudkan visi misi MCB.
Pengembangan Candi Plaosan berlandaskan pada branding 'Harmony in Diversity' yang membawa pesan-pesan mendalam dari situs tersebut. Pesan-pesan ini meliputi harmoni dalam kemajemukan berdasarkan dharma, kebijaksanaan, dan cinta, serta pengetahuan, teknologi, dan kearifan mengolah lingkungan.
Selain itu, etos kerja dan keselarasan jiwa juga menjadi bagian dari pesan yang ingin disampaikan. Upaya pengembangan ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi pemanfaatan Candi Plaosan berdasarkan narasi dan branding yang telah disusun oleh MCB, berupa layanan kepada masyarakat.
Detail Penataan Lanskap dan Area Pendukung
Penataan lanskap Candi Plaosan dirancang untuk mendukung potensi pemanfaatan yang beragam, mencakup beberapa area kunci. Area inti Candi Plaosan (Mandapa) akan ditata, bersama dengan penataan area Religius yang dapat digunakan untuk yoga dan meditasi.
Selain itu, akan ada penataan area 'Relax and Selfie' untuk pengunjung, serta penataan Entrance Area atau pintu masuk Candi Plaosan. Area publik juga akan disiapkan sebagai tempat untuk acara seperti gala dinner, pernikahan, dan berbagai event, termasuk penataan pinggiran sungai.
Fasilitas pendukung lainnya yang akan ditata meliputi area parkir mobil dan sepeda motor, area parkir bus, penataan Kantor 'Werkeet', dan penataan pintu keluar (Exit). Indira Esti Nurjadin menambahkan bahwa penataan Candi Plaosan membutuhkan waktu dan biaya yang relatif besar, sehingga MCB melaksanakannya secara bertahap.
Pada tahun 2025, penataan tahap I dibiayai dengan anggaran belanja tambahan (ABT) dari Pemerintah RI. Tahap ini fokus pada pembangunan pintu masuk, area parkir bus, dan area parkir mobil/motor.
Inovasi dan Kolaborasi dalam Pelestarian Warisan Budaya
Penataan Lanskap Candi Plaosan Tahap I merupakan wujud dari Reimajinasi Warisan Budaya oleh MCB melalui pendekatan inovatif dan berkelanjutan. Hal ini diwujudkan melalui tiga pilar strategis, yaitu Pemrograman Ulang, Perancangan Ulang, dan Penyegaran Kembali.
Ketiga pilar tersebut bertujuan untuk memperkuat peran museum dan cagar budaya sebagai ruang edukasi, pelestarian, dan interaksi budaya yang relevan dengan tantangan zaman. MCB, sebagai badan layanan umum, terus mendorong keterlibatan aktif berbagai pihak untuk bersama-sama melestarikan dan memajukan warisan budaya Indonesia.
Kolaborasi ini mencakup kemitraan strategis, inisiatif bersama, serta peluang kontribusi bagi individu dan organisasi, termasuk kesempatan bagi relawan. Keterlibatan berbagai pihak dalam pelestarian cagar budaya telah berlangsung sejak lama, dan melalui MCB, kemitraan publik-swasta (Public Private Partnership) semakin terbuka.
Sebagai contoh nyata, pada Desember 2025, MCB mendapatkan hibah atau pendanaan dari Djarum Foundation untuk pemugaran lima Perwara Candi Plaosan. Ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa.
Sumber: AntaraNews