Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya laporan mengenai komoditas pertanian ilegal atau dugaan penyelundupan berbagai jenis pangan di Indonesia. Laporan-laporan ini, yang sebagian besar diterima melalui layanan WhatsApp "Lapor Pak Amran", menyoroti praktik ilegal yang merugikan sektor pertanian nasional. Pada Sabtu, 10 Januari, saat meninjau ribuan karung bawang bombay ilegal di Semarang, Mentan Amran menegaskan keseriusan pemerintah dalam menindaklanjuti setiap informasi yang masuk. Penyelundupan komoditas pertanian ini menjadi perhatian utama untuk menjaga stabilitas pasar dan melindungi petani lokal.
Advertisement
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa ia telah menerima banyak sekali laporan terkait dugaan penyelundupan komoditas pertanian. Laporan-laporan tersebut disampaikan masyarakat melalui layanan WhatsApp "Lapor Pak Amran", yang menunjukkan partisipasi aktif publik dalam memberantas praktik ilegal. Amran menyebutkan bahwa laporan yang diterimanya tidak hanya terbatas pada kasus bawang bombay, tetapi juga mencakup berbagai komoditas pertanian lainnya.
Komoditas seperti beras, gula, pupuk, hingga minyak goreng seringkali dilaporkan bermasalah akibat dugaan penyelundupan. "Penyelundupan ada, ada yang jual mesin (ilegal), jual pupuk, pupuk ilegal, macam-macam. Tapi kita tindaklanjuti," kata Amran. Mentan juga mengungkapkan keheranannya terhadap laporan penyelundupan minyak goreng, mengingat Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Begitu pula dengan beras yang telah mencapai swasembada, namun masih ditemukan laporan penyelundupan.
Advertisement
Salah satu kasus terbaru yang berhasil diungkap adalah penyelundupan bawang bombay ilegal di Semarang. Mentan Amran Sulaiman mendapatkan laporan dugaan penyelundupan bawang bombay yang akan masuk ke Semarang pada Jumat, 2 Januari, melalui jalur laut. Informasi ini segera ditindaklanjuti dengan koordinasi lintas instansi.
Mentan berkoordinasi dengan Polisi Militer (PM), Dandim, Kapolrestabes Semarang, hingga jajaran Badan Karantina untuk mencegah masuknya pengiriman ilegal tersebut ke pasaran. Hasilnya, petugas gabungan berhasil mengamankan 6.172 karung bawang bombay tanpa dokumen resmi, dengan total berat sekitar 133,5 ton. Enam unit truk yang digunakan untuk mengangkut komoditas ilegal ini juga turut diamankan.
Pengemudi enam truk pengangkut bawang bombay ilegal tersebut telah dimintai keterangan oleh pihak berwenang. Untuk sementara ini, status mereka sebatas saksi karena mengaku hanya diminta untuk mengangkut barang. Kepolisian Daerah Jawa Tengah saat ini masih mendalami asal usul bawang bombay tersebut guna menemukan pelaku yang bertanggung jawab atas penyelundupan ini. Sementara itu, bawang bombay yang menjadi barang bukti akan segera dimusnahkan.
Advertisement
Advertisement
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti setiap laporan yang masuk terkait penyelundupan komoditas pertanian. Pihaknya akan berkoordinasi erat dengan berbagai pihak terkait, termasuk kepolisian, TNI, dan Badan Karantina. Ini menunjukkan pendekatan holistik dalam memberantas praktik ilegal yang merugikan negara.
"Ada juga nanti. (Laporan, red.) Beras masuk, gula masuk. Ini kita bongkar semua. Tunggu aja 1-2 minggu ke depan. Aku bongkar semua," tegas Amran. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa akan ada lebih banyak pengungkapan kasus penyelundupan di masa mendatang. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan efek jera bagi para pelaku dan menjaga ketersediaan pangan yang legal dan aman bagi masyarakat.
Sumber: AntaraNews
Advertisement