Menkop Bongkar Ribuan Koperasi Merah Putih di Desa Masih Gelap Gulita, Susah Akses Internet

"Kami menemukan berbagai masalah yang sangat miris ngilu karena ada ribuan lebih dari desa masih belum ada listriknya."

Robby Bouceu
Oleh Robby Bouceu - Reporter
Menkop Bongkar Ribuan Koperasi Merah Putih di Desa Masih Gelap Gulita, Susah Akses Internet
Menkop Bongkar Ribuan Koperasi Merah Putih di Desa Masih Gelap Gulita, Susah Akses Internet (Merdeka.com)

Menteri Koperasi (Menkop) Republik Indonesia (RI), Ferry Juliantono mengungkap masih banyaknya koperasi merah putih (KMP) di wilayah desa yang belum teraliri listrik dan susah mengakses internet. Ia pun mengaku miris dengan temuan tersebut.

"Kami menemukan berbagai masalah yang sangat miris ngilu karena ada ribuan lebih dari desa masih belum ada listriknya masih ada belasan ibu desa yang belum terkoneksi internet," kata Ferry dalam sambutannya pada Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (DEKOPINWIL) Jawa Barat di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (20/10).

Ia menuturkan, kondisi infrastruktur yang masih belum tersebut jadi salah satu kendala bagi pengurus koperasi khususnya untuk urusan pendataan yang akurat dan baik.

Terkait ini, Ferry meminta tiap-tiap pemerintah daerah termasuk Provinsi Jawa Barat dapat memastikan tersedianya pelayanan optimal. Dalam hal ini, terkait listrik dan internet di desa-desa di wilayahnya.

Ia sendiri menuturkan pihaknya telah melakukan sejumlah upaya guna mengatasi hambatan tersebut.

"Kemarin pun juga membentuk Satgas Kecamatan didukung oleh unsur Pemerintah desa dan masyarakat desa kita akan jadikan kegiatan koperasi Merah Putih ini sebagai instrumen dan alat perjuangan untuk bisa menyelesaikan masalah di masyarakat," katanya.

Terkait hal ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, wilayah yang belum teraliri listrik dan kesulitan mengakses jaringan internet di kabupaten/kota di Jawa Barat, agar mengadu langsung kepada dirinya. Dia menjanjikan pihak pemerintah provinsi bakal langsung memfasilitasi.

"Tinggal sebutin saja yang belum terkoneksi internet daerah mana saja. Pasti kita intervensi dan kemudian kita lakukan percepatan. Kalau listrik sih sudah terkoneksi semua. Yang tidak memiliki listrik itu rumah-rumah dan kemudian beberapa daerah yang ada di tengah hutan," tuturnya.

Hal tersebut kata Dedi berlaku juga untuk rumah-rumah yang berada di pelosok. Dia bahkan mengklaim dapat mengatasi masalah ini untuk rumah yang ada di tengah hutan.

"Dan kita sudah akalin dengan listrik tenaga surya. Karena kalau bangun jaringan listrik PLN kan harus nebang pohon. Kan itu berbayar," ucapnya.

Ferry pun menargetkan masalah area blank spot listrik dapat teratasi tahun ini. Berdasarkan laporan awal yang pihaknya terima dari Dinas SDM, ada 150.000 satuan sambungan yang bermasalah. Namun, kemudian bertambah menjadi 450.000 setelah pengecekan ulang.

Adapun masalah blankspot internet, ia menargetkan selesai pada tahun depan. Sehingga diharapkan dua masalah tersebut, telah teratasi seutuhnya pada tahun depan.

"Tapi tahun depan clear Jawa Barat seluruh warganya terkoneksi listrik. Dan saya targetkan juga tahun depan terkoneksi internet. Ini yang kita menjadi target," ucapnya.

"Belanja pembangunannya harus kuat untuk kepentingan masyarakat. Tidak ada artinya penyerapan anggaran kalau hanya untuk belanja barang dan jasa. Karena itu tidak punya impact yang besar bagi rakyat," kata dia.

Rekomendasi