Mencoba Berdamai dengan Kemacetan Parah TB Simatupang di Tengah Minimnya Informasi

Agnez menuju kantornya yang berada di Jakarta Selatan (Jaksel) dari Senin hingga Jumat.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Mencoba Berdamai dengan Kemacetan Parah TB Simatupang di Tengah Minimnya Informasi
Mencoba Berdamai dengan Kemacetan Parah TB Simatupang di Tengah Minimnya Informasi (Merdeka.com)

Kemacetan parah semakin menjadi di ruas Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Berjam-jam pengendara harus habiskan waktunya agar sampai ke tujuan masing-masing.

Seperti dialami Agnez (32), seorang karyawan swasta, hampir setiap hari melintasi Jalan TB Simatupang dari rumahnya di BSD alias Bumi Serpong Damai, sebuah kawasan kota mandiri di Tangerang Selatan, Banten. Agnez menuju kantornya yang berada di Jakarta Selatan (Jaksel) dari Senin hingga Jumat dengan kendaraan pribadi. Ia sudah terbiasa menghadapi kemacetan di jalur tersebut.

Biasanya, dari BSD ke Jalan TB Simatupang, Agnez bakal lewat Tol JORR dan keluar di sekitar Cilandak dengan waktu tempuh sekitar 40–50 menit di kondisi lancar. Namun, adanya proyek pemasangan pipa, membuat kondisi macet di TB Simatupang kian parah.

"Biasanya dari BSD ke sini (kantor di Jaksel) 45 menit sampai. Sekarang bisa satu jam lebih, kadang sampai satu jam 15 menit," kata Agnez kepada Liputan6.com, Jumat (8/8).

Agnez mengakui kemacetan ini mengganggu rutinitasnya pulang-pergi kantor. Tapi, keadaan itu coba ia maklumi karena proyek pemasangan pipa tersebut bertujuan memperbaiki infrastruktur.

"Namanya perbaikan pipa, mau gimana lagi," ujarnya.

Horor Kemacetan Parah di Jalan TB Simatupang, Ternyata Ini Penyebabnya
Pejalan kaki yang mengenakan masker berjalan di atas jembatan penyeberangan orang (JPO) dengan arus lalu lintas yang macet di kawasan Jalan TB Simatupang, Jakarta, Rabu (15/8/2023). Kement © 2025 Liputan6.com

Namun, Agnez menyayangkan informasi soal proyek ini belum tersampaikan dengan jelas ke masyarakat. Selama ini, Agnez hanya mengetahuinya dari obrolan orang ke orang.

"Tidak ada penanganan khusus yang saya lihat di lapangan," kata Agnez.

Agnez berharap pemerintah terkait bisa memberi pemberitahuan lebih cepat agar pengguna jalan lebih bersiap. Pengaturan lalu lintas (lalin) di kawasan tersebut juga diharapkan lebih teratur dengan baik.

"Kalau informasinya cepat, kita bisa atur waktu berangkat lebih pagi atau setidaknya lalu lintasnya bisa diatur lebih baik," tuturnya.

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melakukan rekayasa lalu lintas (Lalin) karena adanya Pekerjaan Pemasangan Pipa Air Limbah di Kawasan Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan (Jaksel).

"Sehubungan adanya Pekerjaan Pemasangan Pipa Air Limbah di Kawasan Jalan TB Simatupang Kota Administrasi Jakarta Selatan, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta melakukan rekayasa lalu lintas," kata Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (8/8).

Adapun lokasi pekerjaan pemasangan Pipa Air Limbah yang berada di Jalan TB Simatupang saat ini memasuki pekerjaan konstruksi yang dilakukan secara bertahap.

Pekerjaan terdiri dari persiapan pendahuluan, pekerjaan pembuatan pit/lubang galian, pemasangan pipa dengan metode Jacking 2.549 meter, pembuatan manhole, dan perbaikan kembali. Proses pengerjaan baru selesai pada 26 Desember 2025.

"Untuk menunjang pekerjaan tersebut akan dilakukan rekayasa lalu lintas sesuai pentahapan pekerjaan," ucapnya.

Syafrin menyebut, PT Rosa Lisca ialah pelaksana Pemasangan Pipa Air Limbah di Kawasan Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan dan akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap

keselamatan dan keamanan pengguna Jalan di lokasi pelaksanaan pembangunan.

1. Pit MS-4 starting pit

Waktu pelaksanaan tanggal 5 Juli 2025-21 November 2025 berada di Jalan TB Simatupang sisi Selatan seberang pintu keluar gedung Cibis, lalu lintas yang semula dua lajur menjadi satu lajur selama pekerjaan berlangsung.

2. Pit MS-6 arriving pit

Waktu pelaksanaan tanggal 5 Juli 2025-17 Oktober 2025 berada di Jalan TB Simatupang sisi Selatan depan SBBU, lalu lintas yang semula dua lajur menjadi satu lajur selama pekerjaan berlangsung.

3. Pit MS-7 (detail 2.3) arriving pit

Waktu pelaksanaan tanggal 5 Juli 2025-21 November 2025 berada di Jalan TB Simatupang sisi Selatan depan warung makan sunda, lalu lintas yang semula dua lajur menjadi satu lajur selama pekerjaan berlangsung.

4. Selama pekerjaan juga akan terjadi pengurangan lebar Jalan

1) PIT MU-42 arriving pit

Waktu pelaksanaan tanggal 20 September 2025-26 Desember 2025 berada di Jalan TB Simatupang sisi Utara depan gedung Ratu Prabu, lalu lintas yang semula tiga lajur menjadi dua lajur selama pekerjaan berlangsung.

2) PIT MU-43 starting pit

Waktu pelaksanaan tanggal 19 Juli 2025-26 Desember 2025 berada di Jalan TB Simatupang sisi Utara depan gedung Ratu Prabu, lalu lintas yang semula tiga lajur menjadi dua lajur selama pekerjaan berlangsung.

3) PIT-MU-44 arriving pit

Waktu pelaksanaan tanggal 19 Juli 2025-17 Oktober 2025 berada di Jalan TB Simatupang sisi Utara depan gedung Wisma Raharja, lalu lintas yang semula tiga lajur menjadi dua lajur selama pekerjaan berlangsung.

Rekomendasi