Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Masyarakat diminta makin waspada terhadap penyebaran radikalisme

Masyarakat diminta makin waspada terhadap penyebaran radikalisme Kepala BNPT Komjen Suhardi. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Seluruh unsur pemerintah dan masyarakat diminta saling bahu membahu untuk meningkatkan kewaspadaan dalam rangka menghadapi radikalisme serta penanggulangan terorisme. Terlebih saat ini kelompok radikal juga memanfaatkan teknologi untuk melakukan perekrutan.

"Dalam membangun kewaspadaan terhadap radikalisme dan terorisme kita juga harus menyadari kehadiran radikalisme di tengah masyarakat Indonesia yang dinamis. Sementara kita juga menghadapi tantangan global terorisme yang luar biasa," ujar Kepala badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Suhardi Alius dalam keterangannya, Minggu (8/6).

Alumni Akpol 1985 ini menekankan optimalisasi fungsi Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) dalam mendeteksi benih-benih terorisme dan radikalisme. Terlebih dengan akan dihelatnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serta pesta olahraga akbar Asean Games, di mana setiap keramaian dapat menjadi sasaran aksi terorisme.

"Kita ini berhadapan dengan ideologi, dan targetnya penyebarannya itu anak muda, adanya radikalisasi di lingkungan remaja dalam tingkat keluarga dan pendidikan. Pola baru terorisme zaman sekarang pun menggunakan media sosial, social messenger bahkan ada rekrutmen terbuka dan bai'at online," tuturnya.

Untuk itu pria yang juga pernah menjadi Kadiv Humas ini mengingatkan agar Kominda dan Kepolisian Daerah selalu waspada akan bahaya yang dapat mengancam kedamaian masyarakat dan dapat mendukung keamanan masyarakat di masa mendatang.

"Kalau merasa ada gerak-gerik yang tidak biasa dari lingkungan sekitar kita, lebih baik kita ingatkan dan laporkan. Karena lebih baik mencegah sebelum kejadian," kata mantan Wakapolda Metro Jaya ini.

Menurutnya, pelaku terorisme terus berusaha mengembangkan modus dan operandi baru dalam melancarkan aksinya. Bahkan bukan tidak mungkin ke depannya pelaku aksi terorisme akan menggunakan bahan kimia, biologi, radioaktif dan nuklir dalam melakukan aksinya.

"Melihat potensi ancaman ini maka seluruh kekuatan di kewilayahan perlu disiagakan dan perlu adanya peningkatan kemampuan bagi para stake holder di wilayah untuk menghadapi segala kemungkinan bentuk ancaman yang akan dihadapi," jelasnya.

Mantan Kapolres Metro Jakarta Barat ini mengatakan, dengan akan diselenggarakannya even olahraga Asian Games 2018 yang akan digelar di Palembang maka kegiatan ini bisa menjadi momentum agar kota Palembang dan provinsi Sumsel pada umumnya untuk bersiap diri dalam menghadapi event besar itu nanti. Karena potensi ancaman terorisme yang dapat terjadi dalam event ini cukup besar.

"Aparat pengamanan dan semua stake holder yang ada di Palembang perlu memberikan perhatian khusus terhadap potensi ancaman tersebut yang mungkin terjadi, baik dalam hal sistem keamanan penyelenggaraan, pengawalan atlet dari dan menuju lokasi kegiatan, dan pengamanan terhadap tamu VIP," .

Suhardi sempat menghadiri Rapat Koordinasi Kominda se-Sumatera Selatan dalam rangka Penanganan Konflik SARA dan Penanggulangan Terorisme di Sumatera Selatan. Dalam kunjungannya ke Palembang, Dia juga menyempatkan menghadiri acara uji publik terhadap buku petunjuk dalam rangka penindakan aksi terorisme yang diselenggarakan oleh Kedeputian II bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT, di Hotel Aryaduta, Palembang.

"Kegiatan seperti ini tidak hanya akan digelar di Palembang saja, tentunya daerah lain juga perlu diadakan kegiatan seperti ini mengingat ancaman terorisme sekarang ini semakin tinggi," tandasnya. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP