Ma'ruf Amin Imbau Tak Ada Demo Berujung Kerusuhan Jelang Putusan Sidang MK

Selasa, 25 Juni 2019 00:12 Reporter : Merdeka
Ma'ruf Amin Imbau Tak Ada Demo Berujung Kerusuhan Jelang Putusan Sidang MK Maruf Amin. ©Liputan6.com/Bawono Yadika

Merdeka.com - Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengatakan orang NU tidak akan ikutan aksi di depan Mahkamah Konstitusi (MK). Menurutnya, orang NU akan patuh.

"NU tidak pernah memiliki upaya-upaya aksi, NU itu patuh, kalau sudah di MK, ya kita menerima hasilnya," kata Ma'ruf Amin Hal ini usai menghadiri halal bihalal dengan PBNU, di Jakarta, Senin (24/6).

Dia mengimbau agar semua pihak untuk menerima apapun hasil keputusan MK 27 Juni 2019 nanti. "Dan jangan ada lagi demo-demo yang sifatnya menyebabkan kerusuhan. Karena kan MK itu artinya sudah upaya terakhir untuk di dalam rangka menyelesaikan perselisihan hasil Pilpres maupun Pileg," ujar Ma'ruf.

Dia menuturkan, usai putusan MK, harus bisa menyatukan kembali antara 01 dan 02. Tidak ada lagi hal seperti itu lagi.

"Ya harus, karena kita sesudah ini kita harus bisa menyatukan kembali, tidak ada lagi friksi-friksi, tidak ada 01, tidak ada 02, dan yang nanti terpilih jadi Presiden wakil presiden dia harus menjadi pemimpin yang baik untuk bangsa Indonesia," tukasnya.

Dia pun menyampaikan, dirinya tak hadir ke MK saat putusan, meskipun sudah diundang. "Oh, tidak," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Mahkamah Konstitusi (MK) memajukan jadwal pembacaan putusan gugatan sengketa Pilpres 2019 menjadi Kamis (27/6). Semula, putusan akan dibacakan pada Jumat (28/6).

Dalam laman resmi Mahkamah Konstitusi, menyebutkan bahwa jadwal pembacaan putusan akan digelar pada Kamis (27/6) pukul 12.30 WIB.

"Iya betul, sidang pembacaan putusan dimajukan pada Kamis (27/6) pada pukul 12.30 WIB," Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama Dalam Negeri Mahkamah Konstitusi Fajar Laksono Soeroso di Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta seperti dikutip Antara, Senin (24/6).

Fajar mengatakan tidak ada alasan khusus mengapa jadwal pembacaan putusan ini dipercepat. "Intinya, karena Majelis Hakim Konstitusi sudah siap dengan putusan dan untuk bersidang dengan agenda pengucapan putusan," tambah Fajar.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini