Mantan pejabat Bakamla divonis empat tahun penjara

Senin, 19 Maret 2018 15:19 Reporter : Yunita Amalia
Mantan pejabat Bakamla divonis empat tahun penjara Nofel Hasan. ©2018 Merdeka.com/Yunita Amalia

Merdeka.com - Majelis Hakim menjatuhkan vonis empat tahun penjara terhadap Nofel Hasan, terdakwa penerima suap terkait pengadaan proyek di badan Keamanan Laut (Bakamla). Nofel dinyatakan terbukti menerima suap Rp 1 miliar atas pengadaan proyek alat satelit monitoring.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa 4 tahun pidana denda 200 juta, apabila tidak dibayar diganti pidana kurungan 2 bulan," ucap Ketua Majelis Hakim Diah Siti Basaria saat membacakan vonis milik Nofel di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (19/3).

Diah mengatakan, penerimaan uang 100 ribu dolar Singapura atau setara Rp 1 miliar telah memenuhi unsur pidananya mengingat yang bersangkutan mendapat gaji dari negara.

Pertimbangan Majelis Hakim sama dengan pertimbangan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum pada KPK. Diantaranya, perbuatan Nofel tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sementara hal yang meringankan, Nofel bersikap sopan selama persidangan, belum pernah dihukum, serta masih memiliki tanggungan keluarga.

Vonis majelis hakim terhadap Nofel sedikit lebih ringan daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum pada KPK yang menuntut pidana penjara selama 5 tahun denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan. Ia dianggap bersalah menerima uang Rp 1 miliar dari PT Melati Technofo Indonesia selaku pemenang lelang proyek pengadaan alat satelit monitoring di Bakamla.

Awalnya, nilai proyek tersebut senilai Rp 400 miliar namun Kementerian Keuangan melakukan efisiensi anggaran sehingga untuk proyek alat satelit monitoring hanya dicairkan sebesar Rp 220 miliar.

Pasal yang digunakan oleh Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum pada KPK kompak menerapkan Pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini