Manggala Agni Daops Kalimantan IX/Singkawang telah mengidentifikasi dua lokasi kebakaran lahan di Kota Singkawang. Kejadian ini terpantau langsung di lapangan dan saat ini sedang dalam penanganan intensif oleh tim.
Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang, Yuyu Wahyudin, menjelaskan adanya dua titik api. Titik api tersebut berada di wilayah Singkawang Utara dan Singkawang Selatan.
Petugas terus berupaya melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran. Langkah ini penting guna mencegah api meluas ke area lain yang berpotensi menimbulkan dampak lebih besar.
Advertisement
Advertisement
Manggala Agni Daops Kalimantan IX/Singkawang melaporkan adanya dua lokasi kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Kota Singkawang. Kedua lokasi tersebut berada di Kecamatan Singkawang Utara dan Singkawang Selatan.
Yuyu Wahyudin, Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang, menyatakan bahwa timnya telah melakukan penanganan langsung di lapangan. Salah satu kebakaran signifikan terjadi di lahan gambut di Kecamatan Singkawang Utara, dengan estimasi luas sekitar tiga hektare.
Petugas Manggala Agni terus berupaya melakukan pemadaman dan pendinginan. Tindakan ini krusial untuk mencegah api meluas dan mengurangi risiko dampak yang lebih besar terhadap lingkungan sekitar.
Advertisement
Advertisement
Meskipun ada kejadian kebakaran lahan, pemantauan satelit menunjukkan titik panas (hotspot) di wilayah Singkawang masih belum terdeteksi. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh skala kebakaran yang relatif kecil atau faktor cuaca.
Yuyu Wahyudin mengingatkan bahwa minimnya curah hujan pada awal tahun secara signifikan meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Oleh karena itu, kewaspadaan dari semua pihak, terutama masyarakat, sangat diperlukan.
Manggala Agni mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Praktik ini dapat memicu kebakaran yang lebih besar, berdampak negatif terhadap lingkungan, dan membahayakan kesehatan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Masyarakat diminta untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api. Pelaporan cepat memungkinkan penanganan yang lebih efektif sebelum api meluas dan menjadi tidak terkendali.
Manggala Agni menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan patroli dan kesiapsiagaan personel di wilayah rawan. Upaya ini dilakukan guna mengantisipasi potensi karhutla selama musim kering yang diperkirakan akan berlangsung.
Peningkatan pengawasan dan respons cepat menjadi kunci dalam mitigasi bencana kebakaran lahan. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat esensial untuk menjaga lingkungan tetap aman dari ancaman karhutla.
Advertisement
Sumber: AntaraNews