Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mal-mal di Palembang kurang aman, minim CCTV & sekuriti

Mal-mal di Palembang kurang aman, minim CCTV & sekuriti Ilustrasi mall. ©Shutterstock.com/Rostislav Glinsky

Merdeka.com - Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono HB mengumpulkan seluruh pengelola mal dan ritel. Dalam pertemuan itu, dia menyatakan tak ingin lagi insiden perampokan menyasar pengunjung.

Dia menilai, banyak mal tidak memasang CCTV di titik-titik rawan. Wahyu mengungkapkan, pihak mal sebaiknya lebih mengantisipasi secara dini aksi kejahatan. Hal ini agar tidak mengundang pelaku berbuat pencurian, jambret, dan perampokan.

"Harus diwaspadai, banyak orang atau ramai tidak berarti tidak ada tindak pidana kejahatan," ungkap Wahyu, Selasa (14/3). Pertemuan yang digelar di Mapolresta Palembang itu dihadiri sejumlah manajemen mal, seperti Palembang Square Mall, OPI Mall, JM, Alfamart, termasuk Palembang Indah Mall yang menjadi lokasi kasus perampokan.

Dari hasil evaluasi, kata dia, keamanan mal masih teramat kurang. Seperti di lorong menuju parkiran, areal rest room, dan beberapa tempat lain yang minim adanya CCTV.

"Bahkan di titik-titik itu tidak ada petugas keamanan. Ini terjadi hampir di seluruh mal di Palembang," ujarnya.

Sementara itu, GM Palembang Indah Mall, Sarmono, berjanji akan meningkatkan keamanan mal agar kejadian yang melukai pengunjungnya tak terulang lagi.

"Kami minta maaf, kejadian kemarin teguran bagi kami untuk meningkatkan keamanan," pungkasnya.

Diketahui, Petrik (14), warga Jalan Kebon Manggis, Kelurahan Kepandaian Baru, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang, ditodong saat berada dalam toilet lantai dua PIM. Korban mengalami luka cukup serius akibat terkena pisau pelaku, yakni di dagu kiri, pipi, jari, bahu, dan leher. Dia pun dilarikan ke RS Siloam Sriwijaya yang tak jauh dari lokasi.

Peristiwa itu bermula saat korban sedang buang air kecil di toilet mal yang berada di Jalan Letkol Iskandar Palembang, Jumat (10/3) malam. Tiba-tiba pelaku bernama Dian Satria (27) menodongkan pisau ke leher korban untuk meminta paksa ponsel korban.

Korban pun menolak dan melakukan perlawanan. Pelaku kesal dan menusuk dan menyabet korban dengan pisau yang dibawanya hingga terluka.

Beruntung, kejadian itu diketahui sekuriti mal dan pelaku diamankan. Namun, pengunjung yang emosi dengan kelakuannya menghajar pelaku hingga babak belur.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP