Main Game Live Streaming di Facebook, Pria Ini Dapat Gaji Puluhan Juta Per Bulan

Senin, 28 Oktober 2019 05:04 Reporter : Erwin Yohanes
Main Game Live Streaming di Facebook, Pria Ini Dapat Gaji Puluhan Juta Per Bulan Ilustrasi game online. © www.digitaltrends.com

Merdeka.com - Pemuda bernama Muhamad Aditya, asal Jombang, Jawa timur, meraup uang ratusan juta rupiah dari game online. Pemuda berusia 25 tahun itu telah dikontrak oleh pihak Facebook gaming menjadi mitra kerja kreator game dengan penghasilan puluhan juta rupiah perbulan.

Facebook kreator gaming merupakan suatu aktivitas bermain game secara live streaming di facebook. Kesibukan Adit setiap hari berada di sebuah ruangan khusus di dalam rumahnya di Jalan Jayabaya No 17, Kelurahan Kepanjen, Kabupaten Jombang.

Disitu, terdapat 1 perangkat komputer khusus dilengkapi alat bantu komunikasi yakni microphone dan webcame sebagai interaksi nyata dengan pemain game lainnya.

Tepat setahun Aditya menjadi partner facebook kreator gaming sejak tahun 2018 hingga sekarang. Dia memang mempunyai kesukaan bermain game. Bahkan, saat di sekolah sering mengikuti perlombaan game bersama tim-nya dan menjadi juara.

Dari hobinya bermain game, ia mencoba mencari peruntungan penghasilan melalui online. Ia melakukan live streaming atau siaran langsung di game Eropa, namun upaya itu gagal dan tidak menghasilkan uang. Usahanya juga belum membuahkan hasil saat berlanjut masuk ke sistem game donasi.

Anak pasangan dari Soehartono dan Soemarlin ini lalu mencoba mencari pundi-pundi rupiah dengan sebagai pemain yang menyewakan jasanya untuk menaikkan peringkat atau level akun game pemain lain yang biasanya disebut joki game. Dari situ, ia mulai mendapat penghasilan yang lumayan banyak.

"Saat itu belum masuk facebook creator gaming, saya menjadi joki game dan pengasilannya lumayan. Sekali main bisa dapat Rp400 hingga Rp500 ribu," kata Aditya ditemui di rumahnya, Sabtu (26/10).

Setelah menjadi joki game, pada September 2019, pihak Facebook meluncurkan program baru yang tidak hanya media sosial saja, yakni facebook gaming. Saat itu, kata dia, Facebook mencari partner untuk main game sambil live dan berinteraksi dengan orang lain atau disebut Streamer.

"Nama alamat situs fb.gg, cuman di Indonesia belum di rilis, tapi di Filipina udah di rilis. Kalau untuk sekarang' aplikasinya masih jadi satu dengan fb," kata dia.

"Saya dapat info dari teman kalau FB lagi cari streamer. Tiba-tiba saya dihubungi melalui fanspage messenger. Saya bilang lihat-lihat dulu. Kemudian setelah ngobrol banyak lalu tes live streaming. Karena semua yang masuk harus melalui tes," sambungnya.

Saat live itu, lanjut dia, ada yang melihat sendiri ada yang mengecek data dan sebagainya. Setelah lolos dan masuk, ia pun menjadi partner dan kontrak dengan pihak facebook gaming.

"Kontrak itu, diantaranya pembuatan video kreator game original, live streaming selama 80 jam per bulan. Ada target viewers atau penonton video juga, jadi tidak asal live. Kalau saya biasanya live streaming 3 sampai 4 jam per hari," ujar pria dua bersaudara ini.

Dia mengungkapkan, gaji untuk kreator facebook gaming ada tingkatannya atau disebut Tierra. Mulai dari Tierra 1 hingga 4 dengan gaji mulai Rp15 juta hingga Rp100 juta. Ia mengaku saat ini berada di tingkatan tierra 3, dengan gaji kisaran Rp60 juta per bulan.

"Kalau saya sekarang tierra 3, untuk gaji ya kisaran segitulah," tandas dia.

Untuk di Jawa timur, baru ada dua orang yang berada di tinkatan tierra 3, termasuk dirinya. Kontrak dengan pihak manajemen facebook gaming, kata dia, terus diperbarui dan bisa sewaktu-waktu pihak manajemen memutus kontrak jika terdapat kesalahan-kesalahan. Diantaranya, memanipulasi data live streaming dan lainnya.

"Sudah banyak yang diputus, padahal baru dua bulan kontraknya," ucapnya.

Selama menjadi partner kreator facebook gaming, ia sudah menjelajah Negara lain, yakni di Filipina. Aditya pun Beberapa hari kedepan bakal bertolak ke Thailand. Selain mengikuti sejumlah even dari pihak facebook, kegiatan tersebut juga melakukan pertemuan dengan vendor atau penjual yang memperkenalkan game barunya.

"Sebentar lagi akan ada even di Thailand dan dibiayai oleh pihak managemen. Tetapi yang dibiayai hanya tertentu dan tidak semua," ujarnya sembari mengatakan jika dirinya dibiayai.

Ia menambahkan, dirinya selama ini hanya melihat para pemain game bermain bukan ke live streamer, tapi untuk jadi pro payer. Yakni, bermain yang hanya bertujuan bagaimana caranya bisa menang dapat uang di game. Baginya itu sangat susah. Dia menyarankan untuk mengubah pola itu dan berpindah ke jual beli ID game, menjadi Joki game maupun bisa jadi live streamer.

"Ya saran saya bermain game yang positif saja dan jangan terlalu ambisi dan emosi. Banyak peluang, mulai dari jual beli game, Joki, live streamer, konten video bisa menghasilkan uang," pungkasnya.

Sementara itu, Soemarlin ibu dari Aditya, awalnya tidak menyangka jika hobi dari anaknya bisa menjadi penghasilan yang cukup fantastis.

"Dulu waktu sekolah sering saya marahi, kok main game saja. Khawatir dengan kegiatan belajarnya dan interaksi dengan lingkungannya," kata Soemarlin didampingi suaminya Soehartono.

Meski telah menuai keberhasilan, baik Soehartono maupun Soemarlin tidak mengharap apapun dari anaknya. Ia hanya berpesan kepada anak pertamanya untuk menjadi pemain game yang baik, dan jujur.

"Hasilnya yang dinikmati dia sendiri, kami sebagai orang tua mendoakan yang terbaik buat anak. Agar menanamkan nilai kejujuran dan untuk tidak lupa untuk bershodaqoh dari hasil rejekinya," pungkasnya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Game
  2. Facebook
  3. Cerita Inspirasi
  4. Surabaya
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini