Lumba-lumba di Hotel Melka Buleleng Bali Mati, BKSD Analisa Penyebab Kematian

Catur juga menjelaskan, lumba-lumba malang itu sudah belasan tahun di hotel tersebut. Sebelumnya ada lima lumba-lumba yang kini telah mati satu.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Lumba-lumba di Hotel Melka Buleleng Bali Mati, BKSD Analisa Penyebab Kematian
Lumba-lumba di Hotel Melka Buleleng Bali Mati. ©2019 Merdeka.com

Seekor lumba-lumba di Hotel Melka, di Kabupaten Buleleng, Bali diketahui mati. Saat ini pihak Balai Konservasi Sumber Daya (BKSDA) Bali masih membedah bangkai lumba-lumba tersebut untuk mencari penyebab kematiannya.

I Ketut Catur Marbawa, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai KSDA Bali menjelaskan kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (3/8) sekitar pukul 09.00 Wita.

"Sudah di bedah dan bangkainya sudah dibawa ke Denpasar. Kemudian organ-organ penting di dalamnya dianalisa untuk mengetahui penyebab kematiannya," kata Catur saat dikonfirmasi via telepon, Senin (5/8).

Catur juga menjelaskan, lumba-lumba malang itu sudah belasan tahun di hotel tersebut. Sebelumnya ada lima lumba-lumba yang kini telah mati satu.

"Sudah belasan tahun. Sebelumnya ada lima sekarang mati satu. Tinggal empat," imbuhnya.

Catur juga menjelaskan, kini pihaknya sedang mengevaluasi secara menyeluruh. Jika hasil evaluasi dan juga analisa kematian lumba-lumba mengarah kepada kelalaian, proses hukum akan dilanjutkan dan keberadaan satwa akan direlokasi

"Untuk hasilnya segera mungkin kami sampaikan. Sekarang tim BKSDA Bali dibantu Jakarta Animal Aid Network (JAAN) sedang turun ke lokasi cek semua," ujarnya.

Rekomendasi