Harga minyak dunia menguat pada awal pekan di perdagangan Asia, Senin (28/9/2026), setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak tawaran damai dari Iran yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz. Pergerakan harga terjadi di tengah memanasnya tensi kawasan.
Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) pengiriman November naik 1,87% ke US$ 94,14 per barel, sementara Brent sebagai acuan internasional menguat 2,89% ke US$ 107,34 per barel.
Mengutip CNBC, Senin (28/9/2026), dengan mengacu pada pejabat AS yang enggan disebutkan namanya, Trump menolak tawaran bersyarat Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Ia juga menyampaikan kepada para pembantunya bahwa serangan AS ke Iran diperkirakan akan berlanjut setelah pemilu sela (midterm elections) pada November.
Trump kemudian mengonfirmasi langsung kepada wartawan penolakan tersebut. "Mereka mengajukan proposal, tetapi saya menolaknya," ujar Trump.
Secara terpisah, koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman pada Sabtu menyatakan berhasil mencegat serangan proyektil yang diluncurkan pemberontak Houthi yang didukung Iran.
Advertisement
Tawaran Menlu Iran dan Imbas ke Minyak Dunia
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menawarkan untuk membuka kembali jalur pelayaran vital tersebut dan memulai kembali perundingan nuklir dengan Washington dalam waktu tujuh hari, asalkan pemerintahan Trump menyetujui syarat-syarat yang diajukan Teheran.
"Jika syarat-syarat tertentu dipenuhi, Selat Hormuz akan dibuka dalam tujuh hari dan perundingan akan dimulai kembali," kata Araghchi kepada wartawan di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menjelaskan bahwa persyaratan tersebut mencakup penghentian hal yang disebut Teheran sebagai 'tindakan agresi' AS, pencabutan blokade laut dan perang ekonomi, serta pelepasan aset-aset Iran yang dibekukan.
Awal bulan ini, Trump sempat menyatakan bahwa ia memperkirakan konflik yang dipicu oleh serangan udara AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu akan segera berakhir setelah pemilu sela, yang disusul dengan penurunan harga minyak.