Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lucunya dua anak gajah yang baru lahir dari hasil pembiakan di Bali

Lucunya dua anak gajah yang baru lahir dari hasil pembiakan di Bali Pembiakan gajah di Bali. ©2016 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Di usianya yang beranjak 40 tahun, Inda Trimafo Yuda, punya segudang impian untuk membangun Bali dan Indonesia. Selain mengangkat perekonomian petani buah kakao untuk coklat, dia juga sukses dalam program konservasi untuk pembiakan hewan gajah.

"Saya mulai mencoba untuk mengembangkan dalam pembiakan gajah sejak tahun 2005. Hewan ini masuk dalam hewan langka dan dilindungi. Agar tidak punah, kami coba untuk lakukan konservasi dalam pembiakan," ungkap Inda, di lokasi pembiakan gajah di desa Canangsari, Badung Utara, Bali, Kamis (1/12).

Dia mengatakan, ada 13 gajah yang seluruhnya diadopsi dari Sumatera tepatnya di Riau dan Lampung.

"Saat tiba di sini 11 tahun lalu umur para gajah ini masih sangat belia dan kabar baiknya di tahun ini sudah ada dua anak gajah sebagai penghuni baru di Bali Elephant Camp (PT Kasianan)," bebernya.

Inda yang juga pentolan dari anggota HIPMI Bali ini mengatakan dua anak gajah tersebut terlahir awal pada Agustus dan yang kedua sekitar dua minggu lalu di bulan November. Bahkan masih satu betina lagi dalam kondisi sudah bakal melahirkan yang diperkirakan terlahir 2017.

pembiakan gajah di bali

Pembiakan gajah di Bali ©2016 merdeka.com/gede nadi jaya

Keberhasilan Inda akhirnya menarik perhatian rombongan anggota DPR dari Komisi IV. Rombongan yang dipimpin langsung Edhy Prabowo melihat langsung bagaimana pembiakan gajah di bawah bendera Crue Bali Eksperien ini.

Dalam kunjungannya, Ketua Komisi IV DPR ini menyebut bahwa apa yang menjadi langkah dari pembiakan ini harus didukung dan mendapat support dari pemerintah. Itu terbukti dengan keberhasilan terlahirnya dua anak gajah di tahun 2016 ini. Sehingga dari sebelumnya ada 13 gajah kini sudah ada 15 gajah.

"Kita sudah banyak bicara tadi dengan ibu Inda. Ini upaya atau langkah terbaik dalam pembiakan gajah dan harus kita support. Kita juga sudah lihat bagaimana proses perawatan gajah ini di Bali. Jarang ada yang punya kemauan seperti ibu Inda," ungkapnya.

Edhy juga meyakinkan bahwa banyak hal yang diuntungkan untuk Indonesia dari apa yang dilakukan Bali Elephant Camp di Kabupaten Badung. Tidak hanya membuka lapangan pekerja tetapi juga memperkenalkan kepada semua pengunjung termasuk turis asing tentang bagaimana proses pembiakan gajah.

"Bahkan petani di sini juga diajarkan untuk mengembangkan alternative lain dalam perkebunan. Seperti menanam kakao untuk produksi coklat. Jadi Indonesia punya pabrik coklat yang diproduksi di Bali di mana semua diambil dari hasil perkebunan di Indonesia. Ini luar biasa," akunya.

Ditambahkan Inda, sebelum membuka Bali Elephant Camp di atas lahan 16 hektare, pihaknya mengembangkan pertama kali usaha rafting pada tahun 1996 kemudian membuka pembiakan Gajah dan selanjutnya produksi coklat sejak tiga tahun lalu.

"Rafting di Canansari ini adalah yang pertama kalinya loh ada di Bali. Itu sebelum ada beberapa rafting lain di Bali," pungkasnya.

Dirinya juga memastikan bahwa gajah asuhannya sangat terpantau selama 24 jam dengan adanya dokter khusus serta klinik gajah. Juga disediakan khusus taman bermain, tempat khusus untuk mengawinkan gajah.

"Bicara soal oprasional dari perawatan dan makanan kurang lebihnya sampai Rp 300 juta sebulan untuk seluruh gajah yang ada di Camp. (mdk/dan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP