Lima Orang Diduga Keracunan Gas di Area Tambang Pongkor, Antam Pastikan Karyawan Aman

Saat ini, PT Aneka Tambang (Antam) UBPE Pongkor masih melakukan penyelidikan terhadap lima orang yang disebut-sebut menjadi korban gas beracun.

Achmad Sudarno
Oleh Achmad Sudarno - Reporter
Lima Orang Diduga Keracunan Gas di Area Tambang Pongkor, Antam Pastikan Karyawan Aman
Seorang pekerja beraktivitas di tambang emas bawah tanah Pongkor milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), di Bogor, Jawa Barat, pada Kamis 16 Oktober 2025. (Daeng Mansur/AFP) (© 2026 Liputan6.com)

PT Aneka Tambang (Antam) UBPE Pongkor menegaskan tidak ada karyawan yang terpapar gas beracun di area tambang emas Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Manajemen perusahaan memastikan bahwa lima orang yang sempat dirawat di Klinik Pratama Dirja Medica setelah kejadian tersebut bukan merupakan karyawan PT Antam.

"Bukan Karawang Antam. Jadi tidak ada karyawan Antam yang menjadi korban," tegas Nilus, Kamis (15/1/2026).

Dia juga menyampaikan bahwa seluruh karyawan berada dalam kondisi yang aman dan telah dievakuasi sesuai dengan prosedur keselamatan kerja setelah munculnya kepulan asap yang mengandung gas beracun.

"Kami pastikan tidak ada karyawan Antam yang terdampak atas kejadian asap kemarin," ujarnya.

Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap lima orang yang disebut-sebut menjadi korban gas beracun.

"Kami belum tahu, karena itu mungkin masih dalam proses ya," jelasnya.

Insiden yang terjadi di tambang Pongkor ditandai dengan munculnya asap tebal yang mengandung gas beracun dari area tambang bawah tanah, yang diduga disebabkan oleh kebakaran.

"Asap itu terjadi di Level 600 Ciurug, di sekitar level 600-an, tapi tidak sampai meluas ke area lain," jelasnya.

Pada saat kejadian, Nilus melanjutkan, konsentrasi gas karbon monoksida (CO) di lokasi tersebut mencapai 1.200 ppm, sementara ambang batas aman hanya berada di level 25 ppm. Hingga kini, tim masih melakukan pengecekan lebih lanjut untuk memastikan sumber awal munculnya asap beracun tersebut.

"(Kondisi gas) sudah turun di bawah 25 ppm. Ini kami coba masuk, kami akan coba lihat, tapi masih belum dapat ketemu titik api atau titik asap yang kemarin diduga sumbernya dari hal tersebut, dari titik tersebut," jelasnya. 

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengklarifikasi berita yang menyebutkan adanya ratusan korban akibat asap yang muncul di area tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah, bersama aparat keamanan dan manajemen Antam, segera melakukan peninjauan lokasi untuk memastikan kebenaran informasi yang telah menimbulkan kepanikan di masyarakat.

"Kami datang langsung ke Kecamatan Nanggung, menggelar rapat bersama pimpinan Antam, Kapolres, dan Dandim untuk mendapatkan informasi yang valid dan sebenar-benarnya. Informasi soal ratusan korban itu tidak benar," ujar Rudy berdasarkan kutipan dari Antara, Rabu (14/1/2026).

Rudy menjelaskan bahwa angka 700 yang beredar di kalangan masyarakat tidak merujuk pada jumlah korban, melainkan merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan level atau portal kerja di dalam tambang.

"Yang dimaksud itu adalah level 700, bukan ada 700 orang terjebak. Ini yang perlu kami luruskan supaya masyarakat tidak panik," katanya.

Meskipun demikian, Rudy menegaskan bahwa pemerintah daerah akan tetap menelusuri kebenaran jika ada informasi lain yang tidak berkaitan dengan aktivitas resmi PT Antam.

"Kalau ada beberapa informasi lain yang beredar, izinkan kami beberapa saat ke depan untuk memastikan kebenarannya. Kami akan menyampaikan berdasarkan data dan fakta yang ada di lapangan," ujarnya.

Rekomendasi