Lima Identitas Belum Terungkap, Ini Kendala Tim DVI Identifikasi Jenazah Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

Kepolisian sebelumnya telah mengindentifikasi 10 jenazah dari 15 korban kecelakaan kereta di Bekasi.

Muhamad Agil Aliansyah
Oleh Muhamad Agil Aliansyah - Reporter
Lima Identitas Belum Terungkap, Ini Kendala Tim DVI Identifikasi Jenazah Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi
Lima Identitas Belum Terungkap, Ini Kendala Tim DVI Identifikasi Jenazah Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi (Merdeka.com)

Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, menghadapi sejumlah kendala dalam proses identifikasi jenazah korban kecelakaan kereta rangkaian listrik (KRL) CommuterLine dan Kereta Diesel (KRD) jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.

"Pada saat kita cek menggunakan MAMBIS, identitasnya tidak langsung keluar. Ini menjadi salah satu kendala yang saat ini masih kami dalami," kata Kepala RS Polri Kramat Jati, Prima Heru Yulihartono saat konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4), demikian dikutip Antara.

Kendala tersebut terutama terkait hasil pemeriksaan awal menggunakan alat identifikasi biometrik.

Mobile Automated Multi-Biometric Identification System atau MAMBIS merupakan alat portabel canggih yang biasa digunakan tim Inafis Polri untuk mengidentifikasi korban kecelakaan maupun jenazah tanpa identitas.

Namun dalam kasus ini, tidak semua data biometrik korban dapat langsung terbaca oleh sistem tersebut.

Selain kendala teknologi, kondisi fisik jenazah juga turut memengaruhi proses identifikasi.

Meski sebagian besar jenazah dalam kondisi relatif utuh, terdapat beberapa korban yang mengalami kerusakan pada bagian kepala.

"Kami menemukan ada beberapa jenazah dengan kerusakan di bagian kepala, sehingga identifikasi wajah menjadi tidak maksimal," ucap Prima.

Kondisi tersebut membuat tim DVI harus mengandalkan metode lain, seperti pemeriksaan sidik jari, rekam medis gigi, hingga uji DNA guna memastikan identitas korban secara akurat.

Meski dihadapkan pada sejumlah kendala, kata Prima, RS Polri memastikan proses identifikasi tetap dilakukan secara maksimal dan secepat mungkin. Hal ini penting agar jenazah dapat segera diserahkan kepada pihak keluarga.

"Kami upayakan secepatnya, karena kondisi jenazah tidak seperti korban kebakaran yang umumnya lebih sulit diidentifikasi," ucap Prima.



Rumah Sakit (RS) Polri telah mengidentifikasi 10 jenazah korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. 10 korban meninggal berhasil diidentifikasi itu berjenis kelamin perempuan.

Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan mengatakan, proses identifikasi dilakukan sejak Selasa (28/4) pagi hingga sore. "Hasil identifikasi dari tim gabungan sampai sore ini," kata Nyoman dalam konferensi pers di RS Polri, Jakarta, Selasa (28/4).



1. Tutik Anitasari (P/31) alamat Cikarang Barat, Bekasi

2. Harum Anjasari (P/27) alamat Cipayung, Jakarta Timur

3. Nur Alimantun Citra Lestari (P/19) alamat Pasar Jambi

4. Farida Utami (P/52) alamat Cibitung Bekasi

5. Vica Acnia Fratiwi (P/23) alamat Cikarang Barat, Bekasi

6. Ida Nuraida (P/48) alamat Cibitung, Bekasi

7. Gita Septia Wardany (P/20) alamat Cibitung, Bekasi

8. Fatmawati Rahmayani (P/29) alamat Bekasi Selatan, Kota Bekasi

9. Arinjani Novita Sari (P/25) alamat Tambun Selatan, Bekasi

10. Nur Ainia Eka Rahmadhyna (P/32) alamat Tambun Selatan, Bekasi

Korban Nur Ainia merupakan pegawai Kompas TV yang sebelumnya dilaporkan keluarga hilang kontak usai kecelakaan kereta tersebut.



Rekomendasi