Lewat badut & boneka jari tangan, polisi ajari anak TK tertib lalin
Merdeka.com - Banyak cara dilakukan polisi dalam memberikan pemahaman pada masyarakat, pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas untuk meminimalisir kecelakaan di jalan raya. Salah satunya rela menjadi badut dan menghibur anak anak TK sambil mengenalkan bagaimana tertib berlalu lintas.
Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Jatim AKBP M. Budi Hendrawan, menyempatkan memakai kepala badut dalam acara Panggung Boneka Semeru Operasi Simpatik Semeru 2017, di GOR Gajahmada Mojosari, Mojokerto, Jatim, Selasa (14/3). Sembari menjadi badut, mantan Kasatlantas di Medan ini, masuk kerumunan anak anak TK sambil bersalaman dan bernyanyi bersama.
"Panas banget pakai kepala badut, dikerubuti anak anak, ditarik-tarik dan di dorong-dorong. Anak-anak juga berebut minta salaman," kata Budi sambil tertawa.
Menurutnya, ini bagian dari Operasi Simpatik Semeru 2017. Dimana tujuanya adalah sosialisasi kepada masyarakat dan mengenalkan sejak dini pada anak anak tentang tata tertib lalu lintas.
"Ini untuk meningkatkan kesadaran pada masyarakat supaya tertib berlalu lintas. Kalau anak-anak lebih mengenalkan tentang tugas tugas polisi, supaya bisa diteruskan oleh para orang tua di lingkungan keluarga," tambahnya.
Menurutnya, pengenalan sejak dini pada anak-anak ini sangat penting, sebab pada usia 3-4 tahun daya ingat anak-anak cukup baik. Sehingga materi pengenalan tentang polisi dan tugas tugasnya bisa diingat sampai nanti dewasa.
"Banyak cara kita lakukan untuk pengenalan tertib lalu lintas. Salah satunya dengan panggung boneka Semeru dan bandut," tambahnya.
Disinggung soal kasus laka lantas di Jawa Timur, menurutnya sekarang ini masih tinggi, tapi dengan terus sosialisasi ke masyarakat, terutama anak anak dan di lingkungan sekolah setingkat SMA, ada penurunan, meskipun belum signifikan.
"Selama Operasi Simpatik Semeru 2017 kasus laka lantas menurun sekitar 15 persen. Korban kecelakaan terbanyak yakni pekerja dan PNS, sementara pelajar peringkat tiga. Kecelakaan lalu lintas di jalan raya masih didominasi karena humas eror," jelasnya.
Sementara dalam panggung boneka semeru, melalui media boneka tangan sosok polisi dan masyarakat diceritakan di hadapan ribuan anak PAUD dan TK, tantang ketertiban belalu lintas. Pelanggar lalu lintas di jalan raya ditindak tegas oleh petugas. Sekaligus di sosialisasikan pelanggaran lalu lintas tidak hanya merugikan pengendara sendiri tapi juga merugikan orang lain.
"Saya berharap acara ini sering diadakan supaya anak anak dekat dengan polisi tau tugas tugas polisi. Kedepan polisi juga datang ke sekolah juga," kata Rini guru TK Dharma Wanita, Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.
Ribuan siswa TK dan PAUD, juga antusias mengikuti acara ini. Mereka mengaku senang bisa bersalaman dan para polisi.
"Senang, tau pak polisi dan diberi hadiah," Kata Mitha, salah satu siswa TK Dharma Wanita, Prajurit Kulon.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya