Legislator Jabar Dorong Pengelolaan Wisata Berbasis Konservasi TNGC, Soroti Dugaan Kerusakan Lingkungan
Anggota Komisi II DPRD Jabar menyoroti dugaan kerusakan alam di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) dan mendesak pengelolaan wisata yang mengedepankan prinsip konservasi TNGC demi kelestarian ekosistem.
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Arief Maoshul Affandy, menyoroti serius dugaan kerusakan lingkungan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Ia menekankan pentingnya pengelolaan wisata alam yang mengedepankan prinsip konservasi di wilayah tersebut.
Pernyataan ini muncul di tengah polemik laporan kerusakan alam, khususnya di Kuningan, Jawa Barat. TNGC diakui sebagai paru-paru Jawa Barat dan aset vital bagi ekosistem serta sumber daya air masyarakat.
Untuk menindaklanjuti persoalan ini, Komisi II DPRD Jabar berencana berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar. Mereka juga akan meminta klarifikasi dari Balai TNGC terkait mekanisme perizinan pemanfaatan jasa lingkungan.
Pentingnya Konservasi di Tengah Laporan Kerusakan Lingkungan
Arief Maoshul Affandy menyatakan keprihatinannya atas laporan kerusakan alam di kaki Gunung Ciremai. Ia menegaskan bahwa jika kerusakan ini disebabkan oleh praktik bisnis yang tidak terkendali, hal itu merupakan peringatan serius bagi semua pihak.
Menurut Arief, wisata alam seharusnya dikelola dengan pendekatan konservasi, bukan semata-mata eksploitasi demi keuntungan. Kawasan TNGC memiliki peran krusial sebagai penopang ekosistem dan penyedia sumber daya air bagi masyarakat Kuningan.
Pihaknya menyayangkan adanya laporan kerusakan alam di kawasan taman nasional tersebut. Kerusakan ini dapat mengancam kelangsungan fungsi vital TNGC sebagai paru-paru Jawa Barat.
Langkah Tegas dan Penegakan Aturan untuk Konservasi TNGC
Komisi II DPRD Jabar akan segera meminta klarifikasi kepada Balai TNGC. Hal ini bertujuan untuk memastikan kepatuhan pengelola wisata terhadap daya dukung (carrying capacity) dan regulasi lingkungan yang berlaku.
Penegakan aturan secara tegas akan dilakukan jika ditemukan bukti alih fungsi lahan yang melanggar hukum. Arief mendukung langkah tegas, termasuk penutupan sementara, untuk kepentingan restorasi ekosistem.
Namun, kebijakan penutupan juga harus mempertimbangkan dampak terhadap tenaga kerja lokal. Solusinya adalah membenahi tata kelola pariwisata, bukan sekadar menutup operasional.
Komitmen Pemerintah Daerah dan Pariwisata Berkelanjutan
Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Uu Kusmana, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian Gunung Ciremai. Kawasan ini merupakan wilayah konservasi yang harus dilindungi secara berkelanjutan lintas generasi.
Pemerintah Kabupaten Kuningan meminta semua pihak konsisten menjaga ekosistem Ciremai dari berbagai aktivitas perusak. Ini termasuk penambangan dan pencurian kayu yang dapat merusak lingkungan.
DPRD Jawa Barat mendorong penerapan pariwisata berkelanjutan di TNGC. Tujuannya adalah agar pengembangan wisata tidak mengorbankan kelestarian lingkungan dan fungsi konservasi TNGC tetap terjaga.
Sumber: AntaraNews