Lebih sulit dari Everest, pendaki RI capai puncak Ama Dablam
Merdeka.com - Pendaki Indonesia, Fedi Fianto, berhasil menjejak puncak Gunung Ama Dablam, Nepal pada Jumat, 22 November 2013 lalu. Bendera Merah Putih berkibar pada ketinggian 6.812 mdpl tepat pukul 12.15 waktu setempat, setelah melakukan pendakian dari Camp 1 rute Southwest Ridge selama 16 jam.
Dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Kamis (28/11) dari tim Gapai Tinggi Indonesia dijelaskan, Fedi Fianto merupakan seorang praktisi media digital, tergabung dalam tim Gapai Tinggi Indonesia yang terdiri dari lima orang pendaki kalangan profesional di Jakarta. Pencapaian ini merupakan prestasi membanggakan bagi Indonesia, karena puncak tertinggi Ama Dablam terkenal sangat sulit didaki. Ama Dablam secara teknis lebih sulit dari pendakian Everest, memiliki tingkat kesulitan Grade E5.
Bagian tersulit Ama Dablam dimulai dari Camp 1 hingga Camp 3: Yellow Tower, Grey Tower, Mushroom Ridge, yang melewati gigiran jurang. Bagian akhir menuju puncak adalah dinding es dengan tingkat kemiringan 40 derajat, sehingga harus menggunakan fix rope. Butuh kemampuan teknis rock climbing dan ice climbing yang handal di sini. Selain itu, tipe gunung ini sangat rentan terhadap cuaca buruk sehingga bisa tiba-tiba diterpa angin kencang. Karena itu, tim telah berlatih keras selama dua tahun untuk mempersiapkan diri menghadapi medan berat Ama Dablam.
"Jam 08.00 saya mencapai Camp 3. Angin dingin yang sangat kencang menerpa tubuh saya. Suhu mencapai -35 derajat Celsius. Beberapa pendaki memutuskan turun membatalkan upaya summit. Saya sempat ragu, tapi dengan niat kuat dan melihat pendaki terdepan tetap maju, saya terus melanjutkan pendakian," demikian kata Fedi yang saat ini masih berada di Tengboche dalam perjalanan kembali ke Kathmandu.
Menurut data dari Ministry of Culture Tourism and Civil Aviation pemerintah Nepal, pada masa pendakian musim gugur 2013 ini tercatat ada 20 tim ekspedisi yang berusaha menggapai puncak Ama Dablam. Fedi dan anggota tim lain dijadwalkan tiba kembali ke tanah air tanggal 6 Desember 2013.

Tim Gapai Tinggi Indonesia terdiri dari lima orang anggota tim: Taufan Hidayat, Arief Hidayat, Fedi Fianto, Nikk, dan Cak Lukik. Fedi Fianto dari tim ini adalah warga negara Indonesia kedua yang berhasil menggapai puncak Ama Dablam setelah tahun 2012 dilakukan oleh Alvin Egie dari tim Himpala Unas. Hingga saat ini, sebanyak tiga tim Indonesia telah melakukan pendakian Ama Dablam: Himpala Unas 2012 (2 orang), Bandung Juara 2013 (3 orang dengan ketua tim Sofyan Arief Fesa dari Indonesia 7 Summit), dan Gapai Tinggi 2013 (4 orang).
Gunung Ama Dablam (6.812 mdpl) terletak di kawasan Solukhumbu, Nepal. Pertama kali didaki pada tahun 1961 oleh oleh Mike Gill (New Zealand), Barry Bishop (AS), Mike Ward (Inggris), dan Romanes Wally (New Zealand) melalui rute Southwest Ridge. Pendakian tersebut di pimpin oleh Sir Edmund Hillary, pendaki pertama yang berhasil mencapai puncak Everest bersama dengan Tenzing Norgay pada tahun 1953.
Tingkat kesulitan teknis Grade E5 mengacu pada British Grading System: Ama Dablam memiliki tingkat ketahanan fisik tingkat E, kesulitan teknis tingkat 5, dan waktu pendakian 31 hari. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya