Lebaran Depok 2026: Semangat Kebersamaan, UMKM Unggulan, dan Kekayaan Budaya

Perhelatan Lebaran Depok 2026 siap memukau masyarakat dengan tema "Depok Kota Kita", menampilkan potensi UMKM lokal, ragam seni budaya, dan kreasi komunitas yang lebih meriah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Lebaran Depok 2026: Semangat Kebersamaan, UMKM Unggulan, dan Kekayaan Budaya
Perhelatan Lebaran Depok 2026 siap memukau masyarakat dengan tema "Depok Kota Kita", menampilkan potensi UMKM lokal, ragam seni budaya, dan kreasi komunitas yang lebih meriah. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Depok akan menggelar "Perhelatan Lebaran Depok 2026" yang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 5 hingga 9 Mei 2026. Acara tahunan ini akan dipusatkan di kawasan Alun-alun Grand Depok City (GDC), serta melibatkan beberapa wilayah kecamatan di Depok.

Event ini dirancang sebagai ajang promosi potensi UMKM unggulan, pentas seni dan budaya daerah, serta pementasan kreasi komunitas masyarakat setempat. Tujuannya adalah untuk menonjolkan semangat kebersamaan dan keberagaman yang menjadi ciri khas Kota Depok.

Menurut Ketua Lebaran Depok 2026, Hamzah, perhelatan kali ini akan dikemas lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tema "Depok Kota Kita" diusung langsung atas arahan Wali Kota Depok, Supian Suri, untuk merefleksikan identitas kota yang multikultural.

Tema "Depok Kota Kita" yang diusung pada Lebaran Depok 2026 bukan sekadar slogan, melainkan sebuah filosofi yang mendalam. Tema ini menonjolkan semangat kebersamaan dan keberagaman masyarakat Depok, sebagaimana arahan langsung dari Wali Kota Depok, Supian Suri.

Hamzah menjelaskan, konsep ini sejalan dengan realitas Depok sebagai kota multikultural, di mana warganya berasal dari berbagai daerah di Indonesia. "Konsepnya Lebaran Depok 2026 adalah Depok Kota Kita, tema ini langsung diberikan oleh Pak Wali Kota," ujarnya.

Perwujudan semangat multikulturalisme ini akan terlihat jelas dalam Pawai Budaya Nusantara yang menjadi puncak acara. Pawai ini akan menampilkan keberagaman budaya dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Barat, Betawi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, hingga Bali.

"Ini sesuai dengan konsep Depok sebagai rumah bersama yang multikultural. Warga Depok berasal dari berbagai daerah, jadi kita tampilkan dalam Pawai Budaya Nusantara," jelas Hamzah, menegaskan komitmen untuk merayakan kekayaan budaya yang ada.

Rangkaian kegiatan Lebaran Depok 2026 akan dimulai pada tanggal 5 Mei 2026 dengan tradisi khas "Ngubek Empang" dan "Ngaduk Dodol". Tradisi ini akan digelar secara serentak di tiga wilayah, yaitu Kecamatan Tapos, Cipayung, dan Sawangan, menghidupkan kembali kearifan lokal.

Selanjutnya, mulai tanggal 6 hingga 9 Mei 2026, seluruh kegiatan utama akan dipusatkan di kawasan Alun-alun Grand Depok City (GDC) yang terletak di wilayah timur kota. Lokasi ini dipilih untuk menampung berbagai agenda yang telah disiapkan.

Puncak acara Lebaran Depok 2026 akan berlangsung pada tanggal 9 Mei 2026, ditandai dengan Pawai Budaya Nusantara yang spektakuler. Pawai ini akan menampilkan beragam kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jawa Barat, Betawi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, hingga Bali.

Selain pawai, berbagai pertunjukan seni juga akan memeriahkan acara, melibatkan sekitar 60 sanggar seni. Mereka akan menampilkan lomba-lomba, parade kasidah dan marawis, hingga pertunjukan opera Prabu Siliwangi dari Dewan Kesenian Kota Depok.

Sektor ekonomi menjadi fokus penting dalam Lebaran Depok 2026, dengan panitia membuka kesempatan luas bagi pelaku UMKM. Prioritas diberikan kepada UMKM binaan dinas terkait seperti DKUM (Dinas Koperasi dan Usaha Mikro), Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah), dan Disdagin (Dinas Perdagangan dan Perindustrian), namun tetap terbuka untuk umum dengan kuota terbatas.

Pembatasan jumlah peserta UMKM dilakukan untuk memastikan kualitas dan efektivitas penjualan. "Stand UMKM kita batasi hanya sekitar 200 peserta agar lebih tertata dan dagangannya bisa maksimal," tambah Hamzah, menunjukkan komitmen terhadap pemberdayaan ekonomi lokal.

Selain itu, aspek kreativitas seni juga mendapatkan porsi besar dalam perhelatan ini. Sekitar 60 sanggar seni akan turut ambil bagian dalam berbagai pertunjukan, termasuk lomba-lomba, parade kasidah dan marawis, serta pertunjukan khusus seperti opera Prabu Siliwangi dari Dewan Kesenian Kota Depok.

Malam puncak Lebaran Depok 2026 akan semakin meriah dengan hiburan musik dari band-band ternama. Masyarakat akan dihibur oleh penampilan spesial dari Wali Band dan El Corona, menambah semarak perayaan kebersamaan ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi