Kabupaten Lampung Selatan memiliki potensi besar untuk diajukan sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII 2032. Hal ini terungkap setelah tim visitasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung melakukan peninjauan dan survei lokasi bakal calon venue pertandingan.
Visitasi yang dipimpin oleh Yopi Hutomo Bhakti, perwakilan tim KONI Lampung, berlangsung pada Rabu (8/4) dan melibatkan peninjauan berbagai fasilitas olahraga serta infrastruktur pendukung. Kunjungan ini merupakan bagian dari persiapan Lampung dan Banten yang akan melalui tahapan akhir proses pendaftaran sebagai calon tuan rumah PON 2032.
Secara keseluruhan, hasil peninjauan menunjukkan bahwa Lampung Selatan memiliki banyak aset yang dapat dikembangkan untuk memenuhi standar PON, meskipun ada beberapa catatan teknis yang perlu ditindaklanjuti. Dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat juga telah dinyatakan untuk menyukseskan rencana ini.
Advertisement
Advertisement
Salah satu lokasi yang menjadi sorotan tim visitasi adalah area paralayang di Batu Alif, Kalianda. Kawasan ini dinilai tidak hanya berpotensi sebagai bakal calon venue PON 2032, tetapi juga untuk ajang olahraga lain bertaraf nasional serta destinasi sport tourism.
Pengelola dan pemilik lahan di Batu Alif telah menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung pengembangan area tersebut sesuai dengan standar yang dibutuhkan untuk PON. Potensi ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan dan penggemar olahraga ke Lampung Selatan.
Di sekitar area paralayang, tim visitasi juga meninjau Kedas Resort dan mendapati keberadaan sekitar 10 penginapan dengan kapasitas kamar yang memadai. Akses menuju lokasi-lokasi ini juga terus ditingkatkan melalui pembangunan infrastruktur jalan, menjamin kenyamanan akomodasi bagi atlet dan delegasi.
Advertisement
Advertisement
Peninjauan venue dilanjutkan ke Stadion Raden Intan dan Stadion Jati, yang keduanya dinilai memiliki potensi besar sebagai lokasi pertandingan. Stadion Raden Intan sendiri telah digunakan untuk berbagai turnamen sepak bola, menunjukkan kapasitasnya sebagai fasilitas olahraga.
Meskipun demikian, terdapat beberapa catatan penting, seperti perlunya perbaikan lintasan tartan di Stadion Jati serta optimalisasi area pendukung untuk latihan dan pemanasan atlet. Perbaikan ini krusial untuk memastikan standar kompetisi yang tinggi.
Sementara itu, GOR Way Handak dinilai telah memenuhi standar untuk pertandingan nasional dengan fasilitas ruang pendukung yang cukup lengkap. Namun, tim visitasi mencatat perlunya perbaikan pada beberapa titik atap untuk memastikan kondisi optimal selama penyelenggaraan acara.
Advertisement
Advertisement
Dalam memastikan dukungan layanan kesehatan, tim KONI Lampung turut mengunjungi Puskesmas Rawat Inap Bakauheni. Kunjungan ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi tenaga kesehatan dalam pembinaan olahraga daerah.
Kunjungan berlanjut ke KONI Kabupaten Lampung Selatan, di mana tim disambut oleh Ketua Umum KONI setempat bersama jajaran dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah menyatakan dukungan penuh terhadap Lampung sebagai tuan rumah PON XXIII 2032.
Pemerintah daerah juga mengusulkan penambahan cabang olahraga, termasuk atletik, untuk dipertandingkan di Lampung Selatan. Hal ini menunjukkan komitmen kuat dari pemerintah setempat untuk berkontribusi maksimal dalam perhelatan akbar tersebut.
Advertisement
Advertisement
Untuk cabang olahraga pantai, tim visitasi meninjau Grand Elty Krakatoa dan Rio by The Beach. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Rio by The Beach lebih memenuhi standar sebagai venue untuk Voli Pantai dan Beach Handball.
Meskipun Rio by The Beach menawarkan fasilitas yang cukup memadai dan dikenal sebagai destinasi wisata populer, akses jalan menuju lokasi masih memerlukan peningkatan. Perbaikan akses ini penting untuk kelancaran mobilitas atlet dan penonton.
Sumber: AntaraNews
Advertisement