Kurun waktu lima bulan, Polres Siak tangkap 79 pengedar narkoba

Kamis, 31 Mei 2018 02:04 Reporter : Abdullah Sani
Kurun waktu lima bulan, Polres Siak tangkap 79 pengedar narkoba narkoba. shutterstock

Merdeka.com - Dalam kurun waktu 5 bulan sejak Januari sampai Mei, jajaran Polres Siak menangkap 79 orang tersangka narkoba. Jumlah itu terdiri dari 71 orang laki-laki dan 8 wanita. Para tersangka sebagian sudah proses pengadilan.

"Para tersangka kita tahan untuk kepentingan penyidikan, sebagian sudah masuk proses pengadilan. Barang bukti total dari semua tersangka sebanyak 48,99 gram sabu, dan ganja 6,16 gram," ujar Kasat Reserse Narkoba Polres Siak, AKP Herman Pelani, kepada merdeka.com, Rabu (30/5).

Herman menjelaskan, penangkapan terhadap 79 tersangka narkoba itu dilakukan polisi di lokasi dan waktu yang berbeda. Ada yang sebagai pemakai, namun didominasi pengedar.

"Ya bermacam-macam peran para pelaku ini, ada yang mengaku sebagai pemakai saja, ada kurir, juga pengedar. Mereka rata-rata mengedarkan narkoba ke anak-anak remaja, itu yang sangat berbahaya," ucap Herman.

Selain narkoba, Herman dan anak buahnya juga menyita barang bukti berupa dua unit mobil pribadi yang digunakan pelaku untuk transaksi. Serta 10 unit sepeda motor dan puluhan unit telepon genggam.

Para pelaku tidak ada yang melakukan perlawanan saat ditangkap. Mereka juga tidak memiliki senjata api. Para pengedar ini mengincar remaja dan anak muda di Kabupaten Siak sebagai pelanggannya.

"Modusnya bermacam-macam, awalnya memberikan gratis kepada pelajar, kemudian setelah kecanduan barulah dijual. Ini sangat membahayakan generasi penerus bangsa, terang Herman.

Herman menjelaskan, pelaku menyasar remaja sebagai pembeli narkoba. Karena itu mereka kerap membawa narkoba dalam jumlah sedikit.

Menurut Herman, sedikit atau banyak jumlah barang bukti, tetap saja narkoba membahayakan pemakainya, dan pihaknya akan terus mengawasi anak-anak muda di Siak agar tidak terjerumus ke dalam dunia narkoba.

"Sudah beberapa kali kita masuk ke sekolah memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba, bahkan hingga ke pegawai pemerintahan. Itu bertujuan agar narkoba tidak ada lagi di Siak, bahkan jika ada oknum anggota polisi terlibat, pasti kami tangkap," ucap Herman. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Narkoba
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini