Kunjungan Prabowo ke China Diminta Dibatalkan di Tengah Gelombang Protes, Ada Parade Militer Canggih di Beijing?
Kunjungan Prabowo ke China menuai sorotan tajam. Di tengah gelombang demonstrasi pasca insiden tragis, akankah Presiden membatalkan lawatan penting ke Beijing untuk parade militer?
Presiden Prabowo Subianto menghadapi desakan untuk mengurungkan niatnya melakukan kunjungan kenegaraan ke China. Permintaan ini muncul di tengah gelombang demonstrasi masyarakat yang meluas di berbagai kota besar di Indonesia.
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal, secara terbuka menyampaikan anjurannya agar Presiden Prabowo membatalkan agenda lawatan tersebut. Menurut Dino, situasi dalam negeri yang sedang bergejolak memerlukan kehadiran kepala negara di tengah-tengah rakyatnya.
Kunjungan ke luar negeri, khususnya ke China, dinilai tidak menjadi prioritas utama di tengah kondisi hati rakyat yang sedang pedih dan gelisah. Dino Patti Djalal bahkan menyarankan agar kunjungan tersebut dapat diwakilkan oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mengingat pentingnya stabilitas domestik.
Desakan Pembatalan di Tengah Gejolak Domestik
Permintaan pembatalan kunjungan Presiden Prabowo ke China ini tidak lepas dari situasi panas yang sedang melanda Indonesia. Demonstrasi besar-besaran di Gedung DPR/MPR pada Kamis (28/8) malam berakhir ricuh, menyebabkan insiden tragis yang menewaskan seorang pengendara ojek daring, Affan Kurniawan (21).
Affan meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat. Peristiwa ini sontak memicu gelombang protes baru yang lebih besar, melibatkan kelompok mahasiswa dan sesama pengendara ojek daring, di berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Makassar.
Kematian Affan Kurniawan telah menciptakan duka mendalam dan kemarahan publik, yang menuntut keadilan. Presiden Prabowo sendiri telah melayat ke rumah duka Affan pada Jumat malam (29/8) dan berjanji untuk menegakkan keadilan dalam kasus ini.
Agenda Penting di Beijing dan Persenjataan Canggih
Di sisi lain, kunjungan Presiden Prabowo ke China memiliki agenda yang cukup signifikan di kancah internasional. Presiden Prabowo diketahui merupakan salah satu dari 26 kepala negara dan pemerintahan yang diundang langsung oleh Presiden China Xi Jinping.
Undangan tersebut bertujuan untuk menghadiri parade militer akbar di Beijing yang dijadwalkan pada 3 September 2025. Parade ini diselenggarakan dalam rangka memperingati 80 tahun kemenangan dalam Perang Rakyat China Melawan Agresi Jepang dan Perang Dunia Anti-Fasis.
Parade di Beijing tersebut diprediksi akan menjadi ajang pamer kekuatan militer China, menampilkan serangkaian persenjataan generasi baru yang canggih. Beberapa di antaranya adalah tank dan pesawat generasi keempat, peralatan nirawak intelijen dan penangkal nirawak, serta rudal canggih termasuk rudal antikapal hipersonik. Sebagian besar persenjataan ini direncanakan akan tampil perdana di hadapan publik internasional, menunjukkan kemajuan teknologi militer China.
Sumber: AntaraNews