Polisi menangkap terduga pelaku pembunuhan berinisial ZA (35) yang mengecor bos rumah toko (ruko) berinisial JS (69). Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengatakan pelaku pembunuhan sempat kabur ke rumah orang tua di Jawa Tengah.
"Tanggal 19 selanjutnya tersangka pulang ke rumah orang tua yang berada di wilayah Jawa Tengah dari tanggal 19 sampai dengan 24, tersangka berada di rumah orangtuanya," kata Nicolas kepada wartawan, Jumat (28/2).
Sebelum pergi ke rumah orang tua, pelaku lebih dulu mengambil uang korban yang berada di ATM hingga mencapai puluhan juta rupiah.
"Tapi kami jelaskan juga bahwa pada tanggal 17 itu tersangka sudah menarik uang tunai di ATM korban dan juga mentransfer uang dari ATM korban ke ATM tersangka itu sebesar Rp64 juta," ujarnya.
"Dan dia menarik tunai sebesar Rp2.500.000. itu tanggal 17 sore hari sekitar jam 15.00 WIB. Dan selanjutnya tanggal 17 itu juga malam hari sekitar jam 19.00 WIB pelaku menarik uang dari ATM-nya dan uang yang tadi milik korban itu sebesar Rp10 juta," sambungnya.
Advertisement
Korban Hilang Jejak
Beberapa hari kemudian, pelaku kembali ke Jakarta untuk melanjutkan pekerjaannya sebagai pekerja proyek. Hingga akhirnya, keluarga korban melaporkan kehilangan JS ke polisi.
"Dan tanggal 25 Februari korban tiba di Jakarta dan tiba di proyek bersih-bersih sebentar dan selanjutnya tanggal 26 penyidik penyelidik Polres Metro Jakarta Timur berkoordinasi dengan pelapor karena pada awalnya pelapor dalam hal ini adalah istri dari korban yang berinisial PTS tadi," jelasnya
Advertisement
Korban ke Ruko 16 Februari
Mendapat laporan itu, penyidik melakukan penyelidikan dan menganalisis temuan-temuan di lokasi kejadian. Hasilnya, polisi menemukan dugaan korban datang ke lokasi proyek pada 16 Februari dan tidak pernah terlihat lagi.
"Memang mulai dari CCTV, memang benar tanggal 16 Februari itu sekitar jam 9 sampe jam 10 itu korban datang ke proyek. Dan selanjutnya tidak terlihat lagi di CCTV korban keluar ataupun meninggalkan dari proyek tesebut," paparnya.
Selanjutnya, penyidik mengecek keberadaan pelaku setelah istri korban melihat riwayat percakapan sang suami dengan pelaku di aplikasi pesan singkat.
"Dari situlah mulai dilakukan penyelidikan dan penangkapan. Saat ini korban sudah digali, kami sudah bekerja sama dengan pihak terkait cornya diangkat. Dan korban ditemukan dan sekrang ini korban berada di Rumah Sakit Polri untuk dilakukan autopsi," pungkasnya.