Kritik pedas Novel Baswedan setelah ditangkap Bareskrim Polri

Senin, 4 Mei 2015 07:00 Reporter : Faiq Hidayat, Didi Syafirdi
Kritik pedas Novel Baswedan setelah ditangkap Bareskrim Polri Novel Baswedan di Bareskrim. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menilai pengusutan kasusnya terlalu mengada-ada. Dia meyakini aroma balas dendam kental dalam perkara penganiayaan yang dituduhkan kepadanya.

Novel menjadi tersangka kasus penganiayaan terhadap pencuri burung walet. Kasus itu terjadi saat sepupu menteri Anies Baswedan itu menjadi Kasat Reskrim di Polres Bengkulu tahun 2004.

Kasus ini mencuat setelah Novel menjadi ketua tim yang menangani korupsi simulator SIM di Korlantas Polri pada 2012 lalu. Sepak terjang Novel ini menyeret Irjen Djoko Susilo dan Brigjen Didiek Purnomo.

Novel diciduk penyidik Bareskrim pada Jumat dinihari lalu di kediamannya Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dia sempat dijebloskan ke sel tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, selama 4 jam sebelum akhirnya ditangguhkan.

"Saya ingin menegakkan, mengimbau kepada penegak hukum karena penegak hukum yang punya integritas baik banyak, di kepolisian banyak, kejaksaan banyak, di KPK apa lagi, di penegak hukum lain juga banyak," kata Novel.

Berikut kritik pedas Novel terhadap aparat kepolisian:

Baca Selanjutnya: Novel minta polisi lebih profesional...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini