Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kota Jakarta Timur telah menetapkan target ambisius untuk program sterilisasi kucing di tahun 2026. Sebanyak 2.200 ekor kucing diharapkan dapat disterilkan guna menekan laju pertumbuhan populasi hewan liar. Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah sukses dilaksanakan sebelumnya.
Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Taufik Yulianto, menyatakan bahwa target ini meningkat dari tahun sebelumnya dan menunjukkan komitmen pemerintah kota. Program sterilisasi kucing ini bertujuan utama untuk mengendalikan populasi kucing liar yang masih cukup tinggi. Hal ini penting demi menjaga kesehatan lingkungan dan kesejahteraan hewan di wilayah Jakarta Timur.
Pelaksanaan program sterilisasi kucing ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk kolaborasi dengan komunitas dan tenaga profesional. Kegiatan perdana di tahun 2026 telah dimulai dengan metode Tangkap-Steril-Lepaskan (TNR) di beberapa lokasi strategis. Upaya ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan terhadap penanganan populasi kucing.
Advertisement
Advertisement
KPKP Jakarta Timur menargetkan sterilisasi 2.200 ekor kucing sepanjang tahun 2026, menunjukkan peningkatan signifikan dari target 2.000 ekor di tahun 2025. Taufik Yulianto mengungkapkan optimismenya bahwa target ini akan tercapai, bahkan mungkin terlampaui. Keberhasilan sterilisasi 2.314 ekor kucing pada tahun sebelumnya menjadi dasar keyakinan tersebut.
Laju pertumbuhan populasi kucing, khususnya kucing liar, masih menjadi perhatian utama di Jakarta Timur. Oleh karena itu, program sterilisasi kucing ini dianggap sebagai langkah krusial dalam upaya pengendalian populasi. Pengendalian yang efektif dapat mencegah masalah kesehatan dan lingkungan yang mungkin timbul akibat populasi yang tidak terkontrol.
Rincian target sterilisasi kucing tahun ini mencakup 1.700 ekor kucing jantan dan 500 ekor kucing betina. Perbedaan jumlah ini mempertimbangkan prosedur dan waktu yang dibutuhkan untuk sterilisasi masing-masing jenis kelamin. Kolaborasi dengan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) sangat membantu dalam pelaksanaan sterilisasi kucing betina yang lebih kompleks.
Advertisement
Taufik Yulianto menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, komunitas, dan tenaga profesional sangat vital. Kerjasama ini mempercepat proses dan meningkatkan efektivitas program sterilisasi kucing. Dengan demikian, diharapkan target pengendalian populasi dapat tercapai secara maksimal.
Advertisement
Program sterilisasi kucing tahun 2026 diawali dengan kegiatan Tangkap-Steril-Lepaskan (TNR) yang berfokus pada kucing liar. Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Theresia Ellita, menjelaskan bahwa kegiatan ini telah berlangsung di Pasar Induk Kramat Jati pada 28 Januari lalu. Sebanyak 200 ekor kucing liar menjadi target awal dalam inisiatif ini.
Setiap kegiatan sterilisasi melibatkan sekitar 30 personel gabungan yang memiliki tugas masing-masing. Pembagian tugas yang jelas memastikan kelancaran dan efisiensi proses sterilisasi kucing di lapangan. Keterlibatan banyak pihak ini menunjukkan keseriusan KPKP Jakarta Timur dalam menjalankan program.
Proses sterilisasi kucing jantan membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit per ekor setelah pembiusan, relatif lebih cepat. Sementara itu, sterilisasi kucing betina memerlukan waktu lebih lama, sekitar 30-40 menit per ekor. Perbedaan durasi ini disebabkan oleh kompleksitas prosedur bedah pada kucing betina.
Advertisement
Ellita menegaskan bahwa melalui program sterilisasi kucing ini, populasi kucing di Jakarta Timur diharapkan dapat terkendali secara berkelanjutan. Pengendalian populasi yang terencana dan sistematis adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi hewan dan manusia.
- Proses Tangkap-Steril-Lepaskan (TNR) adalah metode humanis untuk mengelola populasi kucing liar.
- Tahapannya meliputi penangkapan kucing liar secara aman, sterilisasi oleh dokter hewan profesional, pemberian penanda, dan pelepasan kembali kucing ke habitat asalnya setelah pemulihan.
Sumber: AntaraNews
Advertisement