KPK Umumkan 33 Peserta Lolos Seleksi Penulisan untuk Enam Loker, Tahap Selanjutnya Menanti

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan 33 peserta berhasil lolos seleksi penulisan makalah untuk enam lowongan kerja. Simak detail tahapan Seleksi Loker KPK berikutnya dan daftar nama yang lolos.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
KPK Umumkan 33 Peserta Lolos Seleksi Penulisan untuk Enam Loker, Tahap Selanjutnya Menanti
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan 33 peserta berhasil lolos seleksi penulisan makalah untuk enam lowongan kerja. Simak detail tahapan Seleksi Loker KPK berikutnya dan daftar nama yang lolos. (AntaraNews)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengumumkan sebanyak 33 peserta dinyatakan lolos seleksi penulisan makalah. Para peserta ini akan mengisi enam posisi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan KPK, menunjukkan komitmen lembaga dalam memperkuat sumber daya manusianya.

Ketua Panitia Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Ranu Mihardja, menjelaskan bahwa 33 peserta tersebut berhasil melewati seleksi penulisan makalah yang dilaksanakan pada 14 November 2025. Proses seleksi ini merupakan bagian krusial dalam menemukan talenta terbaik untuk memberantas korupsi.

Tahapan Seleksi Loker KPK selanjutnya yang akan dihadapi para peserta meliputi asesmen kompetensi manajerial dan sosial kultural, serta tes kesehatan fisik dan jiwa. Semua tahapan ini akan dilaksanakan secara luring di Jakarta, memastikan penilaian yang komprehensif terhadap setiap kandidat.

Tahapan Lanjutan Seleksi Loker KPK

Ranu Mihardja menegaskan pentingnya tahapan seleksi berikutnya untuk memastikan kualitas kandidat yang terpilih. "Tahapan seleksi selanjutnya adalah asesmen kompetensi manajerial dan sosial kultural serta tes kesehatan fisik dan jiwa yang akan dilaksanakan secara luring," ujarnya dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Asesmen kompetensi manajerial dan sosial kultural dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 November 2025. Pelaksanaan tahapan ini akan dipusatkan di Pusat Penilaian Kompetensi ASN Badan Kepegawaian Negara, Jakarta, untuk mengukur kemampuan manajerial dan interaksi sosial para peserta Seleksi Loker KPK.

Selain itu, tes kesehatan fisik dan jiwa juga menjadi bagian tak terpisahkan dari proses seleksi ini, yang akan diadakan pada 29 November 2025. Lokasi tes kesehatan fisik dan jiwa bertempat di Tirta Medical Center, Jakarta, untuk memastikan para calon pejabat memiliki kondisi prima secara fisik dan mental.

Daftar Peserta Lolos Seleksi Penulisan Makalah

Ke-33 peserta yang lolos seleksi penulisan makalah ini akan melanjutkan ke dua tahapan krusial berikutnya pada 26–29 November 2025. Mereka berasal dari berbagai instansi, baik dari internal KPK maupun kementerian/lembaga lain, mencerminkan keragaman latar belakang profesional.

Untuk posisi Kepala Biro Hukum, enam nama yang lolos adalah Eko Setiawan (Kementerian BUMN), Farhan Abdi Utama (BKN), Iskandar Marwanto (KPK), Richard Marpaung (KPK), Syahmardan (Kementerian Hukum), dan Wahyu Tri Hartomo (Kemenkum). Persaingan ketat terjadi di posisi strategis ini.

Posisi Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat juga memiliki enam kandidat yang lolos, yaitu Budi Affandi (Kementerian Agama), Danang Sri Wibowo Riyanto (Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian), Jerry Kurniawan (Kementerian Keuangan), Johnson Ridwan Ginting (KPK), Kunto Ariawan (KPK), dan Rahmaluddin Saragih (KPK).

Selanjutnya, Direktur Penyelidikan diisi oleh empat nama: Achmad Taufik (KPK), Farhan (Kejaksaan Agung), Nasidin (KPK), dan Tessa Mahardhika Sugiarto (KPK). Sementara itu, Direktur Penuntutan memiliki lima kandidat, yakni Adhryansah (Kejagung), Agustinus Heri Mulyanto (Kejagung), Budhi S (KPK), Dandeni Herdiana (Kejagung), dan Wagiyo (Kejagung).

Untuk Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah V, enam peserta yang lolos adalah Asep Rahmat (KPK), David Hartono Hutauruk (KPK), Eddy Taufiq (Pemerintah Kabupaten Mojokerto), Jackson Simamora (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila), Maruli Tua (KPK), dan Niken Wulandari (Pemerintah Kabupaten Bintan). Terakhir, Direktur Deteksi dan Analisis Korupsi memiliki enam nama: Dadi Mulyady (KPK), Dzikran Kurniawan (Pemerintah Provinsi DKI Jakarta), Kuswanto (KPK), Rino Haruno (KPK), Taryanto (KPK), dan Teguh Widodo (KPK).

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi