KPK soal Novel dinilai tak kooperatif: Jangan bebankan pada korban

Selasa, 13 Februari 2018 20:42 Reporter : Ahda Bayhaqi
Novel Baswedan. ©2017 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi menjawab tudingan Ombudsman yang mengatakan Novel Baswedan tidak kooperatif dalam pemeriksaan dengan kepolisian terkait kasus penyerangan air keras. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan pembuktian suatu perkara keliru jika diberatkan kepada korban.

"Jangan bebankan proses pembuktian pada korban. Kalau korban yang harus membuktikan maka itu sama saja kita melemparkan tanggung jawab pada korban," katanya di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (13/2).

Dia menambahkan, Novel sendiri tidak mungkin mengetahui siapa pelakunya. Sebab saat peristiwa itu terjadi, mata Novel langsung terkena air keras sehingga tak memungkinkan melihat pelaku.

"Novel tidak mungkin tau siapa yang menyiramnya karena sebelum dia bisa mengetahui itu matanya sudah disiram pada selasa subuh itu. Jadi bagaimana mungkin bertanya pada orang yang menjadi korban penyiraman tersebut," tegasnya.

Mantan aktivis ICW ini menilai kepolisian bisa melanjutkan penyidikan kasus ini tanpa harus memaksa memeriksa Novel. Febri mengatakan kepolisian mempunyai metodologi sendiri untuk mengungkap suatu kasus.

"Saya kira penyidik akan lebih punya metode investigatif yang sistematis untuk bisa mengungkap kasus itu," ucapnya.

Komisioner Ombudsman RI, Adrianus Meliala mengkritik Novel Baswedan yang tidak kooperatif selama pemeriksaan sebagai korban dalam kasus penyerangan air keras. Menurut dia, Novel selalu irit bicara dan kerap meminta pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta.

"Novel tidak kooperatif dalam pemeriksaan. Kemudian Novel selalu irit bicara dan selalu bilang serahkan pada TGPF," ujar Adrianus di Mapolda Metro Jaya, Selasa (13/2). [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini