KPK Buka Peluang Usut Aliran Dana yang Dipakai Lucky Hakim saat Plesiran ke Jepang Tanpa Izin

KPK membuka peluang untuk memeriksa Bupati Indramayu, Lucky Hakim setelah ketahuan plesiran ke Jepang tanpa izin

Rahmat Baihaqi
Oleh Rahmat Baihaqi - Reporter
KPK Buka Peluang Usut Aliran Dana yang Dipakai Lucky Hakim saat Plesiran ke Jepang Tanpa Izin
Bupati Indramayu Lucky Hakim (Liputan6.com)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang untuk memeriksa Bupati Indramayu, Lucky Hakim setelah ketahuan plesiran ke Jepang tanpa izin. KPK bakal mengusut aliran dana Lucky nantinya.

Juru Bicara (Jubir) KPK, Tessa Mahardika Sugiarto mengatakan saat ini kewenangan tersebut masih ada di Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mengusut dugaan adanya aliran dana tersebut.

"Saya pikir saat ini itu sudah menjadi kewenangan Kemendagri dalam hal pemeriksaan yang bersangkutan (Lucky)," kata Tessa kepada wartawan, Kamis (10/4).

Bila Kemendagri menemukan aliran dana yang janggal diperoleh oleh Lucky Hakim, KPK akan menindaklanjuti lewat pemanggilan dan pemeriksaan.

"Tentunya apabila dari hasil pemeriksaan inspektorat kemendagri menemukan adanya unsur dugaan korupsi, hal tersebut dapat dilaporkan ke KPK," kata Tessa.

Buntut dari plesiran Lucky ke luar negeri tanpa berizin, Lucky Hakim dipanggil dan diperiksa oleh Kemendagri selama dua jam dan dicecar 43 pertanyaan pada Selasa (8/4) kemarin.

Dalam pemeriksaan, Lucky menjelaskan perjalannya ke Jepang itu murni liburan bareng keluarga bukan terkait perjalanan dinas.

"Saya jelaskan bahwa saya berangkat dari tanggal 2 April dan kembali sampai di Indonesia tanggal 7 April. Tidak menggunakan fasilitas negara, uang pribadi, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Pemda. Di hari cuti bersama," ucap dia.

"Jadi itu yang didalami kan apakah saya menggunakan perjalanan dinas, apakah uang anggaran APBD," sambung dia.

Lucky mengatakan telah menujukkan bukti-bukti untuk memperkuat keterangan selama menjalani pemeriksaan. Bahwasanya, tiket dibeli menggunakan uang pribadi, dan tidak ada satupun ajudan atau aspri dan staf khusus yang diajak.

"Bahkan ke airport pun tidak diantarkan itu. Dari Airport pun pulang juga tidak dijemput oleh fasilitas negara. Jadi murni ini liburan keluarga pergi bersama keluarga menggunakan dana pribadi. Itu yang saya jelaskan dan saya sertakan bukti-buktinya," tandas dia.

Rekomendasi