KPAI Ungkap Kekejian Senior Paskibraka Terhadap Aurellia Qurratu Aini

Senin, 12 Agustus 2019 17:40 Reporter : Kirom, Merdeka
KPAI Ungkap Kekejian Senior Paskibraka Terhadap Aurellia Qurratu Aini Ketua KPAI Susanto. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - AQ atau Aurellia Qurratu Aini (16) tewas jelang acara hari peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2019 di Kota Tangerang Selatan. Tepat pada 1 Agustus 2019, dia mengembuskan napas terakhirnya dengan sejumlah kejanggalan. Seperti lebam di tubuh dan temuan dugaan kekerasan oleh seniornya yakni Purna Paskibra Indonesia (PPI) Tangerang Selatan.

"Kami menggali hal itu dari keterangan keluarga AQ," kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto di kantornya, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019).

Susanto melanjutkan, almarhumah Aurellia telah mengikuti pelatihan selama 22 hari. Kepada keluarganya, AQ kerap bercerita bahwa seniornya yang melatih pengibar bendera dinilai melakukan tindak berlebihan.

"AQ diminta push up kepal yang seharusnya tidak dilakukan oleh perempuan, makan jeruk sekaligus kulitnya, lari dengan ransel seberat 3 kg, 3 liter air dan juga tamparan," jelas Susanto sesuai pengakuan keluarga.

Selain itu, lanjut Susanto, bukti otentik terkait dugaan kematian yang tidak wajar terhadap Aurellia juga ditemukan pasca keluarga membuka ponsel milik almarhumah. Di sana ditemukan, banyak percakapan antara almarhumah dengan rekannya tentang keluh kesah AQ selama pelatihan di luar batas wajar.

"Ada foto yang diduga sebagai tindak kekerasan dan tekanan dari senior, itu sudah diserahkan ke pihak berwajib," terang Susanto.

Sebagai informasi, temuan ini dilakukan KPAI lewat monitoring dan pengawasan selama 10 hari pasca kematian Aurellia pada 1 Agustus 2019.

Sementara itu, Polres Kota Tangerang Selatan telah memeriksa sejumlah saksi pada kematian Aurellia. Hingga kini, 30 orang saksi termasuk rekan-rekan Capaska Aurellia, telah dimintai keterangannya oleh Polresta Tangsel.

"Tadi berkoordinasi dengan penyidik, terkait pengembangan dugaan kekerasan yang menimpa ananda. Dan penyidik sudah meminta keterangan sebanyak 30 orang dari temannya, dari PPI sendiri dari dokter dan sekolah," kata Komisioner KPAI Jasra Putra, Senin (12/8/2019), di Mapolresta Tangsel.

Dirinya berharap, sebelum pelaksanaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-74 pada (17/8/2019), kasus kematian Aurellia yang ditangani Kepolisian sudah mendapat titik terang.

"Kita berharap menjelang tanggal 17 ini ada titik terang bagi kasus ini, sehingga tentu memberi keadilan bagi AQ kemudian tentu rasa gundah yang hinggap di keluarga bisa terjawab," ucap Jasra.

Ditegaskan Jasra, dirinya juga menanyakan bukti dan informasi pendukung lain, yang dibutuhkan untuk mengungkap kejanggalan proses latihan Capaska tingkat Kota Tangsel.

"Sudah diminta 30 orang, apakah itu cukup. Ya itu kita minta informasi dari Kepolisian, termasuk misalnya apakah harus otopsi, ya tentu mudah-mudahan keluarga mau dan rela untuk keadilan korban," terangnya.

Namun jika keluarga keberatan, menurut Jasra, informasi dari keterangan 30 orang saksi yang telah dimintai keterangannya itu sudah cukup kuat.

"Sebetulnya otopsi itu untuk meyakinkan penyidik bahwa penyebab kematian itu adalah hasil lab, yang ditemukan oleh otopsi. Tapi tentu informasi-informasi lain yang sangat kuat mengarah ke situ bisa didapatkan, tentu saya yakin kepolisian sangat profesional dalam melihat kasus ini," pungkas dia.

Sebelumnya diberitakan, Polresta Tangerang Selatan, tengah menyelidiki dugaan kematian Calon Pasukan pengibar Bendera tingkat Kota Tangerang Selatan, Aurellia Qurratu Aini pada Kamis (1/8/2019). [ded]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. KPAI
  3. Anggota Paskibraka
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini