Seorang marbot masjid bernama Tutu Dg Rani (67) ditemukan meninggal dunia oleh tim SAR gabungan setelah tenggelam di Sungai Jeneberang, Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Kamis (9/10). Korban sebelumnya dilaporkan terseret arus sungai saat berupaya menyelamatkan cucunya yang tercebur ke sungai.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Makassar, Muhammad Fadli mengatakan, bahwa Daeng Rani ditemukan tidak jauh dari titik tenggelamnya. Berdasarkan laporan warga, Daeng Rani dilaporkan tenggelam sekira pukul 12.15 Wita.
"Ada tiga terlibat adalah BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, dan Basarnas. Kami langsung lakukan pencarian penyelaman," ujarnya kepada wartawan.
Untuk melakukan pencarian jasad Daeng Rani, tim SAR gabungan menggunakan drone bawah laut milik BPBD Makassar.
"Kami turun untuk melihat kondisi bawa laut dan menemukan mayat tapi belum cukup satu menit kemudian terkendala ada pancing yang tersangkut jadi naik kembali," terangnya.
Berkat drone bawah laut itu, pihaknya melihat posisi Daeng Rani berhasil dideteksi. Kakek tujuh orang anak ini ditemukan sekitar tujuh meter dari lokasi tenggelamnya.
"Kedalamannya 3 sampai 5 meter, itu bervariasi. Tapi tadi didapatkan setelah tim gabungan dengan dibantu masyarakat juga keluarga korban akhirnya alhamdulillah bisa dievakuasi," kata Fadli.
Fadli, menjelaskan, peristiwa itu berawal ketika korban dan cucunya sedang memancing di kawasan pintu air muara Sungai Jeneberang. Saat memancing tersebut, cucu Daeng Rani terpleset dan jatuh ke sungai.
“Menurut informasi dari warga, dia sedang memancing, kebetulan cucunya jatuh ke air. Kakeknya langsung terjun menolong, tapi karena tidak bisa berenang akhirnya tenggelam,” ujar Fadli.
Melihat cucunya terpeleset ke air, Tutu Daeng Rani spontan melompat tanpa berpikir panjang. Ia sempat berhasil mendorong cucunya ke tepi sungai, namun tubuhnya sendiri terseret arus deras dan hilang di permukaan air.
Advertisement