Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir dan Longsor di Sumut Terus Bertambah, Kini Capai 281 Jiwa

Bencana hidrometeorologi menerjang 17 kabupaten/kota di Sumut sejak 21 hingga 28 November 2025.

Uga Andriansyah
Oleh Uga Andriansyah - Reporter
Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir dan Longsor di Sumut Terus Bertambah, Kini Capai 281 Jiwa
Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir dan Longsor di Sumut Terus Bertambah, Kini Capai 281 Jiwa (Merdeka.com)

Korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi yang menerjang 17 kabupaten/kota di Sumatra Utara (Sumut) terus bertambah. Berdasarkan data terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Provinsi Sumut, korban meninggal dunia telah mencapai 281 orang hingga pukul 17.00 WIB, Senin (1/12).

Bencana hidrometeorologi menerjang 17 kabupaten/kota di Sumut sejak 21 hingga 28 November 2025.

"Korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah mencapai 86 orang," tulis data yang dikirim Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, Senin(1/12) sore.

Kabupaten Tapanuli Selatan menjadi wilayah kedua dengan korban meninggal dunia terbanyak, yaitu 79 orang. Kemudian, Sibolga 47 orang, Tapanuli Utara 30 orang, Deli Serdang 16 orang, Langkat 11 orang, Humbang Hasundutan 8 orang, Pakpak Bharat 2 orang, Nias 1 orang, dan Padang Sidempuan 1 orang.

"Sementara itu 174 orang masih hilang," tulis Pusdalops PB Provinsi Sumut.

Bukan hanya itu, Pusdalops PB Sumut juga mengungkapkan ada 614 orang yang terluka akibat bencana hidrometeorologi menerjang 17 kabupaten/kota di Sumut.

Bencana alam itu turut mengakibatkan 137.121 kepala keluarga atau sekitar 547.971 jiwa mengungsi.

Rekomendasi