Jumlah pasien diduga keracunan massal akibat mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terus bertambah hingga mencapai 449 orang. Meski demikian, kondisi di Posko Penanganan SMPN 1 Cisarua kini mulai berangsur kondusif.
Pantauan merdeka.com di lokasi pada Rabu (15/10) sore menunjukkan suasana sudah jauh lebih tenang. Tidak lagi terdengar sirene ambulans maupun kesibukan petugas medis yang lalu lalang menolong pasien.
Para orang tua yang sebelumnya cemas pun tampak mulai berkurang. Meski situasi mereda, beberapa pasien baru masih berdatangan.
“Pasien baru masuk ruang dua saja,” ujar salah satu petugas posko melalui pengeras suara.
Koordinator Lapangan Posko SMPN 1 Cisarua, Aep Kunaefi, mengatakan jumlah pasien memang sudah menurun, namun tim medis tetap siaga penuh.
“Kondisi di Posko Cisarua saat ini sudah mulai mereda dari kedatangan yang terdampak. Tapi tim tetap bersiaga sampai ada instruksi untuk tutup,” ujarnya.
Hingga pukul 14.22 WIB, tercatat 449 warga mengalami gejala dugaan keracunan, meningkat dari 345 orang pada pukul 11.15 WIB. Dari jumlah tersebut, 54 orang masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Lembang.
Menurut Aep, seluruh pasien mengalami gejala seperti pusing, mual, dan sesak napas usai menyantap paket MBG yang berasal dari satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampung Panyandaan, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua.
“Informasi yang kami terima, semua makanan berasal dari satu dapur, yakni SPPG Jambudipa,” jelasnya.
Sementara itu, kegiatan belajar di SMPN 1 Cisarua tetap diupayakan berjalan meski sekolah dijadikan posko utama penanganan.
“Karena sekolah digunakan sebagai posko, kegiatan belajar hari ini dilakukan secara daring. Mudah-mudahan besok sudah bisa kembali normal,” kata Aep.
Advertisement