Kontingen Woodball Indonesia Raih Dua Perunggu di Penampilan Perdana SEA Games 2025

Indonesia berhasil menutup kiprah perdana cabang olahraga Woodball SEA Games 2025 dengan meraih dua medali perunggu dari nomor stroke perorangan putra dan putri, menandai debut manis di ajang multicabang tersebut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kontingen Woodball Indonesia Raih Dua Perunggu di Penampilan Perdana SEA Games 2025
Ketua Umum IWbA Aang Sunadji optimistis peluang emas woodball Indonesia di SEA Games Thailand 2025 masih terbuka lebar, menyusul performa positif atlet pada hari kedua. (AntaraNews)

Kontingen woodball Indonesia sukses menorehkan sejarah dengan meraih dua medali perunggu pada ajang SEA Games 2025 Thailand. Prestasi ini diraih dalam penampilan perdana cabang olahraga woodball di pesta olahraga Asia Tenggara tersebut, menunjukkan potensi atlet-atlet Indonesia di kancah internasional.

Dua medali perunggu tersebut dipersembahkan oleh Marga Nugraha Susilo dan Febriyanti. Keduanya berlaga di nomor stroke perorangan putra dan putri pada hari terakhir kompetisi.

Keberhasilan ini menjadi penutup manis bagi tim woodball Indonesia, meskipun bersaing ketat dengan dominasi tuan rumah Thailand. Medali perunggu ini menjadi bukti kerja keras serta adaptasi atlet pada kompetisi tingkat regional.

Marga Nugraha Susilo menunjukkan performa yang konsisten di nomor stroke perorangan putra. Pada hari terakhir lomba, Marga membutuhkan 45 pukulan untuk menyelesaikan semua lintasan, sehingga total akumulasi enam putaran perlombaannya mencapai 278 pukulan. Hasil ini menempatkannya di posisi keenam klasemen akhir, di bawah lima wakil tuan rumah Thailand.

Sesuai dengan aturan SEA Games 2025 yang membatasi hanya dua wakil dari setiap negara di podium, Marga berhak mendapatkan medali perunggu. Emas dan perak pada nomor ini diborong oleh atlet Thailand, Polrawat Wichaiphanphak dengan 249 pukulan dan Peeraphon Sararat dengan 253 pukulan.

Nasib serupa juga dialami oleh Febriyanti di nomor stroke perorangan putri. Ia berhasil mengamankan medali perunggu setelah menyelesaikan perlombaan hari terakhir dengan 45 pukulan, menorehkan total akumulatif 284 pukulan. Febriyanti berada di peringkat keempat klasemen akhir, di bawah tiga atlet Thailand, namun tetap berhak atas perunggu berkat aturan yang berlaku.

Prestasi ini menunjukkan strategi tim Indonesia dalam memanfaatkan regulasi kompetisi. Meskipun tidak secara langsung finis di posisi tiga besar, kemampuan atlet untuk tetap berada di jajaran atas klasemen menjadi kunci keberhasilan meraih medali di ajang Woodball SEA Games perdana ini.

Kontingen Thailand tampil sangat dominan di cabang olahraga woodball SEA Games 2025. Siriwan Kangkeeree dengan 271 pukulan dan Autchara Thongnin dengan 273 pukulan menambah koleksi medali emas bagi tuan rumah. Secara keseluruhan, Thailand berhasil menyapu bersih enam medali emas dari enam nomor yang dipertandingkan, menegaskan status mereka sebagai kekuatan utama di olahraga ini.

Meskipun demikian, Indonesia berhasil menempati posisi kedua dalam perolehan medali woodball secara keseluruhan. Tim Merah Putih mengumpulkan empat medali perak dan dua medali perunggu. Empat medali perak tersebut diraih dari nomor stroke beregu putra, stroke beregu putri, fairway beregu putra, dan fairway beregu putri, menunjukkan kekuatan tim di berbagai kategori.

Cabang olahraga woodball sendiri baru pertama kali dilombakan dalam sejarah SEA Games, menjadikannya debut yang berkesan bagi semua negara peserta. Selain Indonesia dan Thailand, Malaysia dan Singapura juga turut berpartisipasi dalam kompetisi ini. Malaysia berhasil membawa pulang tiga medali perunggu, sementara Singapura meraih satu medali perunggu.

Partisipasi dan perolehan medali di Woodball SEA Games 2025 ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan olahraga woodball di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Pengalaman bertanding di level regional diharapkan dapat memacu semangat atlet untuk terus berprestasi di masa mendatang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi