Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersama Anggota DPR RI dari Jawa Barat, Rieke Diah Pitaloka, menjalin kolaborasi untuk mencari solusi atas lambannya perbaikan jalan Pasirlangkap di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi.
Langkah ini diambil setelah keduanya menerima laporan dari Kepala Desa Bumisari, Solihin, terkait kerusakan jalan yang sudah lama dikeluhkan warga namun tak kunjung diperbaiki akibat persoalan status jalan yang belum jelas.
"Jalan Pasirlangkap merupakan akses vital yang menghubungkan dua desa. Namun, sampai sekarang statusnya tidak jelas, apakah milik desa, kabupaten, atau provinsi,” ujar Solihin.
Menurut Solihin, pada awalnya jalan tersebut berstatus jalan kabupaten, namun pada tahun 2018 Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sukabumi menghapus statusnya dari daftar jalan kabupaten. Kepala Dinas PU saat itu, Asep Japar, kini menjabat sebagai Bupati Sukabumi periode 2025–2030.
Akibat tidak adanya kejelasan status, pemerintah kesulitan mengalokasikan anggaran untuk perbaikan dan pemeliharaan jalan Pasirlangkap.
"Status jalan ini sangat penting karena menyangkut proses perencanaan dan penganggaran. Kami berharap Gubernur Jabar bisa mendorong Bupati Sukabumi untuk segera menetapkan status jalan tersebut agar perbaikan bisa dilakukan," tambah Solihin.
Advertisement
Rieke, menyampaikan keluhan dan seruan perbaikan jalan rusak di Pasirlangkap, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, melalui sebuah video yang diunggah saat masa resesnya. Dalam video tersebut, Rieke menyebut dirinya sebagai
"Nyi Iroh" dan secara langsung meminta bantuan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta mendesak pemerintah daerah segera memperbaiki kondisi jalan yang rusak parah.
“Assalamualaikum, Kak Dedy, saya Nyi Iroh warga Cikidang... Jalan di Pasirlangkap mohon dibantu, kasihan warga... Sehancur hatiku, Pak, jalannya kayak gini, ini berbahaya banget,” ucap Rieke dalam video berdurasi sekitar 2 menit itu, seperti dikutip dari akun instagram.riekediahp.
Dalam gaya bicara yang santai dan akrab, Rieke menggambarkan kondisi jalan yang ia tinjau secara langsung saat masa reses. Ia menyebut kerusakan jalan tak hanya menyulitkan warga, tapi juga berpotensi membahayakan keselamatan.
Rieke juga menyatakan bahwa saat ini dirinya tengah menjalani masa reses sebagai anggota DPR, dan salah satu agendanya adalah menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya, termasuk terkait infrastruktur dasar seperti jalan.
"Besti-bestiku, hari ini aku masa reses, jadi nggak ada sidang di DPR, tapi kalau ada kasus kayak gini, tetap harus kita tangani," ujarnya.
Permintaan ini disampaikan tak lama setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersama Rieke juga melakukan kolaborasi untuk mendorong percepatan perbaikan jalan Pasirlangkap, yang hingga kini terkendala karena status jalan yang belum jelas, apakah milik desa, kabupaten, atau provinsi.
Warga dan pemerintah desa setempat berharap pemerintah daerah segera menetapkan status jalan tersebut agar proses perbaikan dan penganggaran bisa dilakukan.
Advertisement
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti persoalan infrastruktur jalan di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Ia akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi guna memastikan perbaikan jalan yang selama ini terkendala status kepemilikan.
“Jalan di Cikidang, seperti di Papanasan dan Rarasan, memang masih belum jelas statusnya, apakah jalan kabupaten atau provinsi. Dari pantauan, beberapa bagian tanahnya adalah tanah Perhutani,” ujar Dedi Mulyadi.
Gubernur menegaskan akan segera melakukan koordinasi dengan Bupati Sukabumi agar jalan tersebut mendapat prioritas perbaikan. Langkah ini penting mengingat kondisi jalan yang berpengaruh pada aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.
Selain itu, Dedi Mulyadi mengapresiasi dukungan dari legislator asal Jawa Barat, Rieke Diah Pitaloka, yang turut mengawal dan menyuarakan permasalahan infrastruktur di daerah.
"Ya nanti kita koordinasi sama bupatinya itu untuk segera mendapat prioritas. Ya nanti kita koordinasi sama bupatinya itu untuk segera mendapat prioritas," katanya.