Kolaborasi Indonesia Berdaya: Forum Zakat Gaungkan Sinergi Hapus Kemiskinan Ekstrem

Forum Zakat (FOZ) menegaskan Kolaborasi Indonesia Berdaya menjadi platform vital bagi pemerintah dan lembaga filantropi untuk bersama-sama menghadapi tantangan penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kolaborasi Indonesia Berdaya: Forum Zakat Gaungkan Sinergi Hapus Kemiskinan Ekstrem
Forum Zakat (FOZ) menegaskan Kolaborasi Indonesia Berdaya menjadi platform vital bagi pemerintah dan lembaga filantropi untuk bersama-sama menghadapi tantangan penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia. (AntaraNews)

Forum Zakat (FOZ) menilai gerakan Kolaborasi Indonesia Berdaya sebagai platform krusial yang menyatukan berbagai pihak dalam upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem di Tanah Air. Ketua Umum FOZ, Wildhan Dewayana, menekankan bahwa inisiatif ini menjadi ruang bersama bagi pemerintah, lembaga zakat, dan filantropi untuk bergerak serentak mengatasi isu kemiskinan.

Pembentukan program Indonesia Berdaya merupakan hasil kesepakatan bersama antara Kementerian Agama, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Forum Zakat (FOZ), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan sejumlah lembaga filantropi Islam. Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan sinergi yang lebih kuat dalam penanganan kemiskinan di Indonesia.

Wildhan Dewayana juga menyoroti potensi zakat nasional yang sangat besar, diperkirakan mencapai Rp327 triliun, namun baru terealisasi sekitar Rp44 triliun atau sekitar 13 persen. Angka ini menunjukkan adanya peluang besar yang dapat dioptimalkan melalui Kolaborasi Indonesia Berdaya, guna memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Potensi zakat nasional yang belum sepenuhnya tergarap menjadi fokus utama Kolaborasi Indonesia Berdaya. Dengan realisasi yang masih jauh dari potensi maksimal, sinergi antara lembaga zakat, filantropi, dan pemerintah diharapkan mampu menjembatani kesenjangan ini. Peningkatan realisasi zakat dapat mempercepat upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di berbagai wilayah.

Melalui rangkaian program Indonesia Berdaya, telah berhasil disalurkan bantuan senilai Rp437 miliar. Bantuan ini menjangkau 117 titik kantong kemiskinan ekstrem dan memberikan manfaat kepada sekitar 3 juta penerima dari kelompok fakir dan miskin.

Salah satu implementasi gerakan ini adalah program sosial “Selasar Hangat”, yang menjadi bagian integral dari Kolaborasi Indonesia Berdaya. Program ini dirancang untuk memperluas penyaluran bantuan kepada masyarakat fakir miskin di berbagai daerah.

Program Selasar Hangat dilaksanakan secara serentak di delapan provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi, meliputi Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Lampung, dan Banten. Selain itu, bantuan juga menjangkau wilayah-wilayah yang terdampak bencana di Sumatera, termasuk Aceh dan Sumatera Barat.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menekankan pentingnya memperkuat sinergi dan kolaborasi yang berbasis data. Hal ini krusial agar program pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih tepat sasaran dan memberikan hasil yang optimal.

Muhaimin Iskandar juga menyatakan bahwa Ramadhan adalah momentum penuh keberkahan untuk memperkuat sinergi. Ia berharap program zakat, infak, dan sedekah tidak hanya berhenti di bulan Ramadhan, tetapi terus mendorong masyarakat agar bangkit, mandiri, dan berdaya.

Kolaborasi Indonesia Berdaya diharapkan dapat terus berkelanjutan antara FOZ, BAZNAS, lembaga filantropi, dan pemerintah. Keberlanjutan ini penting untuk memperluas jangkauan manfaat program dan memastikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Tujuan akhir dari gerakan ini adalah mempercepat terwujudnya masyarakat Indonesia yang lebih berdaya dan sejahtera. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan target penghapusan kemiskinan ekstrem dapat tercapai lebih efektif dan efisien.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi