KNKT Khawatir CVR Merekam Saat Lion Air Diperbaiki Bukan Percakapan di Kokpit

Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo berharap, Cockpit Voice Recorder (CVR) milik Lion Air PK-LQP merekam percakapan antara pilot dan co-pilot.

Rita
Oleh Rita - Reporter
KNKT Khawatir CVR Merekam Saat Lion Air Diperbaiki Bukan Percakapan di Kokpit
Begini Penampakan VCR Pesawat Lion Aor JT 610. ©Liputan6.com/Immanuel Antonius

Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo berharap, Cockpit Voice Recorder (CVR) milik Lion Air PK-LQP merekam percakapan antara pilot dan co-pilot.

Menurutnya, CVR hanya mampu merekam suara berdurasi dua jam, setelah listrik dinyalakan. Kekhawatiran Nurcahyo adalah CVR merekam saat perbaikan pesawat usai ditemukannya masalah dalam penerbangan Denpasar-Jakarta sebelum kejadian kecelakaan.

"Kita khawatir kalau ada perbaikan listriknya nyala itu ngerekam," kata dia di Jakarta Utara, Senin (14/1).

Kekhawatiran Nurcahyo bukan tanpa alasan. Dia mengatakan, alat perekam di pesawat terdiri atas dua macam yakni flight data recorder (FDR) dan CVR. Sistem kerja kedua sangat berbeda kendati satu rangkaian dalam black box.

"Bedanya CVR itu kalau listrik sudah nyala dia ngerekam, kalau FDR memulai rekam kalau mesin mesin nyala," ujar dia.

Dari segi durasi waktu, CVR juga hanya bisa merekam paling lama 2 jam. Sehingga, ditakutkan CVR tidak dapat merekam perbicangan di kokpit.

"Karena daya rekamnya dua jam, jadi takut waktunya habis di situ. Apalagi penerbangan itu kan ada persiapan waktu boarding. Harapannya 13 menit percakapan (masih ada)," tandas dia.

Reporter: Ady Anugrahadi

Rekomendasi