Klaim Berkontribusi Tangani Covid-19, Dirut RS Ummi Bogor Minta Hakim Ringankan Vonis

Kamis, 17 Juni 2021 20:14 Reporter : Bachtiarudin Alam
Klaim Berkontribusi Tangani Covid-19, Dirut RS Ummi Bogor Minta Hakim Ringankan Vonis Direktur Utama RS UMMI Kota Bogor Andi Tatat. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Utama Rumah Sakit UMMI, Bogor, dr Andi Tatat dalam dupliknya menyampaikan capaian RS Ummi dalam menangani kasus Covid-19. Pasalnya RS Ummi telah taat dan patuh pada aturan pemerintah terkait penanganan Covid-19 sehingga meminta agar majelis hakim meringankan hukumnya.

Menurutnya, RS Ummi telah berperan aktif dalam menanggulangi pandemi Covid-19 terkhusus di Kota Bogor. Bahkan dia sempat mengungkit jika RS Ummi pun telah merawat Wali Kota Bogor, Bima Arya pada saat terpapar Covid-19.

"Pasien pertama konfirmasi Covid-19 di kota Bogor yaitu Wali Kota bogor sendiri yaitu Bima Arya yg juga sebagai Ketua Satgas Covid kota Bogor, saat itu RS Ummi dapat tugas dari Dinkes kota Bogor melakukan swab kepada wartawan, dan pejabat Pemda kota Bogor yang terindikasi paparan Bima Arya selepas pulang dari luar negri," ungkap Andi dalam duplik yang dibacakan saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (17/6).

Dengan fasilitas yang memadai mencapai 101 ruangan isolasi saat ini, Andi menyebut untuk menangani pasien Covid-19, RS Ummi juga beberapa kali melakukan penyuluhan tentang Covid-19 dan bahaya dari virus itu.

Selain itu, RS Ummi juga sudah melayani ribuan pasien dan memberdayakan karyawannya sebagaimana mestinya. Andi pun menyebut dari awal pandemi Covid-19 RS Ummi bahkan tidak pernah mengeluarkan karyawannya secara sepihak.

"RS Ummi sampai saat ini mempunyai 71 ruangan isolasi. Dari awal Maret 2020 sampai saat ini kami telah memeriksa dan merawat pasien Covid-19 1.671 dari beberapa kalangan. Sebanyak 162 pasien meninggal dan 490 pasien yg sudah diklaim pembayarannya oleh Kemenkes, dan belum ada keterangan sampai saat ini untuk pembayaran berikutnya," sebutnya.

Oleh sebab itu, dia berujar apabila RS Ummi selalu taat pada anjuran pemerintah. Termasuk tatkala di arahkan oleh Gubernur Jawa Barat untuk menambah kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 yang segera direalisasikan.

"RS Ummi telah memenuhi syarat tersebut dari rumah sakit yang ada di Bogor, bahkan karena lihat kasus tinggi di Pemkot Bogor, maka saya selaku Dirut segera tambah kapasitas tempat tidur dr 71 menjadi 101 tempat tidur," katanya.

Sehingga, Andi meminta agar majelis hakim memberi keringan pada saat vonis nanti. Menurutnya, sangat disayangkan jika ada seseorang yang taat pada aturan dan membantu menangani Covid-19 dipidanakan.

"Apabila ada seseorang dengan kesadaran rumah sakit, dan ikuti prosedur kesehatan sangat disayangkan apabila seseorang tersebut malah dipidanakan," kata Andi.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Andi Tatat dengan hukuman dua tahun penjara atas perkara penyebaran berita bohong hasil swab test Covid-19 Rizieq Syihab di Rumah Sakit Ummi Kota Bogor.

Tuntutan itu dijatuhkan, karena jaksa menganggap Andi Tatat turut terbukti secara sah dan meyakinkan menyebarkan berita bohong sebagaimana Pasal 14 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana

Dalam tuntutannya, Jaksa menilai jika peran Andi adalah menyiarkan berita bohong di media massa. Pasalnya, Andi menyebut jika Rizieq dalam keadaan sehat yang padahal kenyataannya terpapar Covid-19.

Menurut jaksa, Andi Tatat turut bersama-sama Muhammad Hanif Alatas menyembunyikan kondisi Habib Rizieq yang sebenarnya. Jaksa menilai semua unsur yang didakwakan ke Andi terpenuhi.

"Terdakwa Andi Tatat mengetahui bahwa Muhammad Rizieq Shihab saat itu reaktif Covid-19, Namun kondisi itu tidak disampaikan sebenar-benarnya, bahwa berdasarkan itu maka perbuatan dr Andi Tatat dan Muhammad Hanif Alatas adalah berkaitan satu sama lain merupakan suatu perbuatan bersama," tegas jaksa. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini