Angelia Hutabarat, seorang warga negara Indonesia yang telah menetap di Meksiko selama satu dekade, berhasil menorehkan kisah inspiratif sebagai sukarelawan dalam ajang FIFA World Cup 2026. Ia terpilih dari jutaan pendaftar global untuk bertugas di Mexico City, tempat salah satu perhelatan akbar sepak bola dunia ini diselenggarakan. Perjalanan Angelia menuju posisi bergengsi ini tidaklah mudah, melibatkan serangkaian seleksi ketat yang menguji keseriusan dan dedikasinya.
Meskipun sempat merasa putus asa karena pengumuman kelulusan yang tak kunjung tiba pada Februari 2026, Angelia tetap melanjutkan aktivitasnya sebagai karyawan di salah satu perusahaan di Mexico City. Namun, kejutan datang pada Maret 2026 ketika ia menerima email penerimaan dari FIFA, mengonfirmasi perannya sebagai petugas pelayanan tamu VIP. Penempatan ini membawanya pada pengalaman tak terduga yang jauh melampaui harapannya semula.
Sebagai sukarelawan Piala Dunia 2026, Angelia kini bertugas melayani tamu VIP FIFA di salah satu hotel besar di Mexico City. Posisi ini memberikannya kesempatan langka untuk berinteraksi langsung dengan berbagai legenda sepak bola dunia dan tokoh penting lainnya. Kisahnya menjadi bukti nyata bahwa ketekunan dan semangat sukarela dapat membuka pintu menuju pengalaman luar biasa.
Advertisement
Advertisement
Proses seleksi untuk menjadi sukarelawan FIFA World Cup 2026 dimulai sejak September 2025, melibatkan tahapan yang sangat kompetitif. Angelia harus bersaing dengan sekitar satu juta pendaftar dari seluruh dunia, dengan puluhan ribu di antaranya berasal dari Meksiko. Tahap awal mengharuskan calon sukarelawan mengunggah berkas kelengkapan, mengisi data pribadi, serta riwayat pengalaman sukarela.
Setelah seleksi administrasi, Angelia menjadi salah satu dari 15.000 orang di Meksiko yang lolos ke tahap wawancara pada Oktober 2025. Dalam sesi wawancara ini, FIFA mengajukan pertanyaan mendalam mengenai motivasi dan keseriusan Angelia. Ia mengungkapkan keinginannya untuk bertugas di Estadio Ciudad de Mexico atau Azteca. "Saat itu saya ingin menjadi petugas pelayanan di Estadio Ciudad de Mexico atau Azteca," kata Angel.
Meskipun awalnya sempat merasa "sedikit kecewa" karena tidak ditempatkan di stadion sesuai harapannya, Angelia akhirnya menerima tawaran FIFA. Ia ditugaskan sebagai petugas pelayanan tamu VIP di sebuah hotel, sebuah posisi yang kemudian membawa berkah tak terduga. Kemampuan Angelia dalam berbahasa Inggris dan Spanyol tentu menjadi nilai tambah dalam proses seleksi ini.
Advertisement
Advertisement
Penempatan Angelia sebagai petugas pelayanan tamu VIP di hotel ternyata menjadi sebuah keberuntungan besar. Posisi ini memberinya akses eksklusif untuk bertemu langsung dengan sejumlah legenda sepak bola dunia dan tokoh penting lainnya. Ia bertugas melayani mereka di lift hotel, sehari sebelum hingga hari pembukaan Piala Dunia 2026.
Deretan nama besar yang berinteraksi dengannya termasuk legenda Brasil seperti Bebeto, Cafu, dan Ronaldo Nazario. Dari Italia, ada Marco Materazzi dan Roberto Baggio. Legenda Meksiko Luis Hernandez dan Jared Borgetti, serta Santiago Solari dari Argentina juga menjadi bagian dari tamu VIP yang dilayaninya. Bahkan, Hristo Stoichkov (Bulgaria), Cristian Chivu (Rumania), dan Alfie Haaland (Norwegia) turut ditemuinya.
Selain para bintang lapangan hijau, Angelia juga berkesempatan bertemu dengan penyanyi tenor legendaris Andrea Bocelli, yang menjadi pengisi acara pembukaan Piala Dunia 2026 di Azteca. Pertemuan-pertemuan tak terduga ini menjadikan pengalaman Angelia sebagai sukarelawan sangat berkesan. Ia juga mendapatkan seragam eksklusif sukarelawan FIFA World Cup 2026 yang tidak dijual bebas, yang menurutnya "sangat eksklusif dan tidak dijual bebas."
Advertisement
Advertisement
Perjalanan Angelia menjadi sukarelawan Piala Dunia 2026 mendapatkan dukungan penuh dari keluarganya. Ternyata, semangat sukarela mengalir dalam darah keluarganya; kedua orang tuanya juga sempat mendaftar sebagai sukarelawan. "Sayangnya, Mami tidak diterima mungkin karena tersisihkan dengan yang muda," kata Angel.
Keluarga Angelia memang memiliki rekam jejak sebagai sukarelawan, seperti yang pernah mereka lakukan di turnamen golf internasional di Meksiko. Ayahnya sebenarnya lolos di tahap awal seleksi, namun terlambat membuka pengumuman dan mengikuti tahapan selanjutnya. "Kami sekeluarga memang suka sekali menjadi volunteer seperti ini," tambah Angel.
Melalui pengalamannya, Angelia berpesan kepada generasi muda Indonesia untuk aktif berpartisipasi dalam ajang sukarela berskala besar. Ia menekankan bahwa menjadi sukarelawan tidak hanya memperkaya CV, tetapi juga membuka kesempatan untuk membangun jaringan pertemanan dari berbagai latar belakang. "Selain bisa menambah daftar pengalaman kegiatan dalam CV, kita juga bisa mendapatkan banyak teman dari berbagai latar belakang profesi dan Pendidikan," kata Angel. Hal ini, menurutnya, dapat memperluas wawasan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kehidupan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews