Kesiapsiagaan Bencana Lebak: BPBD Siagakan Personel dan Alat Evakuasi Jelang Nataru 2026

Kesiapsiagaan Bencana Lebak ditingkatkan! BPBD menyiagakan personel dan alat evakuasi selama Nataru 2026. Simak detail persiapan antisipasi bencana di wilayah rawan ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kesiapsiagaan Bencana Lebak: BPBD Siagakan Personel dan Alat Evakuasi Jelang Nataru 2026
Kesiapsiagaan Bencana Lebak ditingkatkan! BPBD menyiagakan personel dan alat evakuasi selama Nataru 2026. Simak detail persiapan antisipasi bencana di wilayah rawan ini. (AntaraNews)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, telah mengambil langkah antisipatif dengan menyiagakan personel dan peralatan evakuasi. Kesiapsiagaan Bencana Lebak ini bertujuan menghadapi potensi bencana alam selama perayaan Natal dan Tahun Baru 2026.

Kepala BPBD Lebak, Sukanta, mengungkapkan bahwa persiapan ini dilakukan untuk memastikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Penyiagaan ini berlangsung selama 19 hari penuh, terhitung mulai 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, mencakup seluruh periode libur panjang.

Wilayah Lebak dikenal sebagai daerah langganan banjir dan longsor, mengingat topografi alamnya yang didominasi pegunungan, perbukitan, serta daerah aliran sungai. Oleh karena itu, langkah proaktif ini sangat krusial untuk mengurangi risiko kebencanaan dan menjaga keselamatan warga.

Dalam upaya meningkatkan Kesiapsiagaan Bencana Lebak, BPBD telah menyiagakan sekitar 35 personel di posko utama. Mereka akan bertugas secara bergiliran untuk memantau situasi dan merespons laporan bencana dengan cepat dan efektif.

Selain itu, dukungan juga datang dari relawan tangguh yang ditempatkan di 28 kecamatan di seluruh Kabupaten Lebak, dengan masing-masing satu orang per kecamatan. Keberadaan relawan ini sangat vital sebagai mata dan telinga pertama di lapangan, memberikan informasi awal tentang kejadian.

Personel dan relawan ini dilatih untuk bergerak cepat setelah menerima laporan adanya bencana alam dari masyarakat. Respons sigap ini diharapkan dapat meminimalkan dampak dan menyelamatkan korban di lokasi kejadian secepat mungkin.

Topografi Kabupaten Lebak yang meliputi pegunungan, perbukitan, dan daerah aliran sungai menjadikannya sangat rentan terhadap bencana banjir dan longsor, terutama saat curah hujan tinggi. Kondisi geografis ini menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan strategi Kesiapsiagaan Bencana Lebak.

Untuk mendukung operasi penyelamatan, BPBD Lebak juga telah menyiapkan berbagai peralatan evakuasi yang memadai. Kesiapsiagaan Bencana Lebak tidak hanya berfokus pada personel, tetapi juga pada ketersediaan sarana dan prasarana penunjang.

Peralatan yang disiagakan meliputi pelampung, perahu karet, kendaraan roda dua dan roda empat, tali tambang, gergaji mesin, serta pompa penyedot air. Tenda darurat juga disiapkan untuk menampung warga terdampak jika diperlukan.

Kepala BPBD Lebak, Sukanta, menegaskan bahwa "Semua peralatan yang disiapkan itu dalam kondisi baik untuk melaksanakan evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana banjir dan longsor akibat curah hujan tinggi." Hal ini penting untuk memastikan kelancaran proses evakuasi.

Dukungan juga datang dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten yang menyiapkan kendaraan eskalator. Alat berat ini akan sangat membantu dalam penanganan longsor, terutama untuk membuka akses jalan yang tertutup material dan memulihkan konektivitas.

BPBD Lebak berharap perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan kondusif tanpa adanya bencana alam yang signifikan. Kesiapsiagaan ini adalah bentuk komitmen untuk melindungi masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi