Pengungsi banjir di Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, kini menghadapi tantangan baru berupa gangguan kesehatan. Kondisi ini muncul menyusul genangan air yang merendam permukiman warga sejak Kamis (29/1) hingga Jumat (30/1) pagi. Keluhan utama yang dilaporkan meliputi batuk, pilek, dan gatal-gatal yang menyerang puluhan jiwa terdampak.
Lurah Bidara Cina, Suhartono, mengungkapkan bahwa setidaknya 18 orang pengungsi telah tercatat mengalami masalah kesehatan ringan. Mayoritas dari mereka mengeluhkan batuk, pilek, dan gatal-gatal, menandakan perlunya perhatian medis segera. Situasi ini mendorong petugas kesehatan untuk bergerak cepat memberikan penanganan.
Akibat luapan Kali Ciliwung, sebanyak 83 kepala keluarga (KK) dengan total 284 jiwa terpaksa mengungsi ke beberapa lokasi aman. Mereka kini tersebar di kantor Kelurahan Bidara Cina, SDN 05 Bidara Cina, Gedung SKKT Kelurahan Bidara Cina, Masjid Jami Al Abror RW 11, serta GOR Otista. Kondisi pengungsian menjadi fokus utama dalam upaya penanganan dampak banjir.
Advertisement
Advertisement
Dampak Kesehatan dan Penanganan Medis di Bidara Cina
Munculnya berbagai keluhan kesehatan di kalangan pengungsi banjir Bidara Cina dipicu oleh beberapa faktor. Paparan air banjir yang kotor, kondisi cuaca yang lembap, serta keterbatasan fasilitas sanitasi di awal masa pengungsian menjadi penyebab utama. Lingkungan yang kurang higienis dapat mempercepat penyebaran penyakit dan memperburuk kondisi kesehatan warga.
Menanggapi situasi ini, petugas dari Puskesmas Bidara Cina telah diterjunkan ke lokasi pengungsian. Sejak pagi, tiga petugas medis secara aktif memberikan layanan kesehatan, melakukan pemeriksaan, dan mendistribusikan obat-obatan yang diperlukan. Mereka juga memberikan edukasi penting kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan pengungsian.
Suhartono mengimbau seluruh pengungsi untuk tidak ragu melaporkan keluhan kesehatan yang dialami kepada petugas. Penanganan cepat sangat krusial, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, guna mencegah penyakit berkembang menjadi lebih serius. Kesiapsiagaan petugas gabungan terus ditingkatkan di seluruh titik pengungsian.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Banjir dan Upaya Bantuan Logistik
Banjir yang melanda Kelurahan Bidara Cina disebabkan oleh luapan Kali Ciliwung yang dipicu oleh tingginya debit air kiriman. Ketinggian air mulai terpantau meningkat sejak Rabu (28/1) sore dan mencapai puncaknya pada Jumat (30/1) dini hari. Kondisi ini menyebabkan genangan yang signifikan di beberapa wilayah.
BPBD Jakarta Timur mencatat bahwa banjir berdampak pada dua RW dengan total ratusan jiwa terdampak. Wilayah yang terdampak paling parah berada di RW 11 dan RW 7, sementara RW 5 dan RW 6 juga mengalami genangan namun dengan intensitas lebih ringan. Data menunjukkan bahwa di RW 03 RT 12 terdapat 25 KK dengan 75 jiwa terdampak, dan di RW 11 RT 06 serta RT 12 ada 30 KK dengan total 110 jiwa.
Pemerintah daerah melalui Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur dan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur telah menyalurkan berbagai bantuan. Bantuan tersebut mencakup dukungan logistik dan kebutuhan pangan esensial bagi para pengungsi. Makanan telah disiapkan dan didistribusikan untuk siang dan malam hari, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi.
Advertisement
Berikut adalah rincian ketinggian air Kali Ciliwung yang memicu banjir:
- Rabu (28/1) pukul 15.00 WIB: 10 cm
- Rabu (28/1) pukul 17.00 WIB: 50 cm
- Rabu (28/1) pukul 21.00 WIB: 80 cm
- Kamis (29/1) pukul 00.00 WIB: 100 cm
- Kamis (29/1) siang: 110 cm
- Jumat (30/1) pukul 01.00 WIB: 60 cm
- Jumat (30/1) pukul 03.00 WIB: 130 cm
- Jumat (30/1) pukul 05.00 - 06.00 WIB: 170 cm
Sumber: AntaraNews
Advertisement