Kesaksian Ustaz Yusuf Mansur Tentang Ibadah Jokowi

Sabtu, 9 Februari 2019 11:24 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Kesaksian Ustaz Yusuf Mansur Tentang Ibadah Jokowi Ustaz Yusuf Mansur di RSCM. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Pertarungan dua capres kian menarik dua bulan jelang pencoblosan 17 April mendatang. Menariknya kedua capres belakangan membuka kebiasaan ibadahnya yang selama ini menjadi pertanyaan khususnya netizen di jagat maya.

Kemarin, Guru Ngaji Prabowo, Ustaz Ansufri Idrus Sambo menjawab pertanyaan sebulan belakangan netizen di jagat Twitter mengenai lokasi Capres Prabowo Subianto salat Jumat. Bahkan, tagar #prabowojumatandimana sempat viral di media sosial.

Ustaz Sambo mengaku menjadi saksi Prabowo Subianto salat Jumat (8/2). Momen itu diabadikan Ustaz Sambo dengan maksud menjawab tuduhan Prabowo Subianto tak pernah terlihat salat Jumat.

"Ini karena banyak yang nanya dimana Pak Prabowo salat Jumatnya, maka ini saya terpaksa ambil foto saya bersama beliau (tanpa sepengetahuan beliau) saat sedang mengikuti khutbah dan dilanjutkan dengan salat Jumat," tegas Sambo tanpa memberikan informasi dimana Prabowo salat Jumat.

Hal serupa dilakukan Ustaz Yusuf Mansur. Pendiri sekaligus presiden komisaris PT Veritra Sentosa Internasional atau PayTren ini memberikan kesaksiannya tentang kebiasaan ibadah Capres Jokowi.

Kesaksian Ustaz Yusuf Mansur itu turut diunggah anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi melalui akun Instagramnya. Unggahan TGB itu mendapat komentar beragam dari pengikutnya. Tak terkecuali tudingan Yusuf Mansur tengah melakukan pencitraan.

Yusuf Mansur menegaskan, kesaksiannya itu hanya untuk bicara kebaikan. Termasuk menjawab tuduhan fitnah dan ibadah pencitraan yang selama ini kerap disematkan kepada Jokowi.

"Dengan hafalan Qur'an saya, saya yang begitu dekat dengan Pak Jokowi jadi saksi, apa yang sering dibicarakan tentang keburukan Pak Jokowi, hanya fitnah belaka. Ini kesaksian. Sungguh saya memperhatikan. Dan prihatin," kata Yusuf Mansur saat dikonfirmasi merdeka.com, Sabtu (9/2).

Sepengetahuan Yusuf Mansur, Jokowi dan keluarganya kerap berpuasa sunnah sejak 2007. Kesaksian bos PayTren ini diperkuat temannya yang kerap pergi Solo-Semarang bertemu Jokowi dan melihat puasa sunnah mantan Wali Kota Solo tersebut.

"Soal Pak Jokowi dipikir melakukan pencitraan, termasuk di ibadah sebagai pamer, enggak banget. Itu mungkin persepsi dari orang lain, bukan dirinya. Dari 2007, beliau dah puasa sunnah. Sekeluarga. Rasanya kebiasaan ini, enggak mungkin dipamerkan. 2007 itu, yang saya ketahui," kata Yusuf Mansur yang mengaku kesaksiannya tersebut diutarakan ke dalam grup WA kemudian diteruskan ke TGB yang lantas meminta izin mengunggahnya ke Instagram.

Kesaksian Yusuf Mansur tentang kebiasan ibadah Jokowi tak hanya sampai situ. Menurut Yusuf Mansur, seorang penjaga masjid istana bersaksi kepadanya bahwa sejak 20 tahun lalu bahkan ada yang kerja 30 tahun mengungkapkan Presiden Jokowi adalah kepala negara yang paling banyak ke masjid.

"Dan ini selaras dengan pemandangan selama 1 tahun terakhir kami pas kami dekat sekali untuk urusan e-Money. Pendukung Jokowi, ayo bicara kan kebaikan Pak Jokowi. Tanpa menjelekkan Pak Prabowo. Dan sebaliknya," kata Yusuf Mansur.

Sementara pengalaman pribadi Yusuf Mansur lainnya jelang peraturan eMoney turun. Saat itu, Yusuf Mansur mengaku seminggu sekali atau dua minggu sekali bertemu secara pribadi dengan Jokowi. Dia kagum dengan Jokowi. Alasannya, karena mengetahui bahwa peraturan e-Money tersebut ternyata isinya anti asing.

"Setelah tektokan dengan instansi terkait. Keluar tanggal 7 Mei. Beberapa hari kemudian, Indonesia dipanggil Amerika. Soal ini. Minta dianulir. Tapi Indonesia menolak. Dan rombongan Indonesia menang. Sebab dengan izin Allah, kebetulan Amerika juga pas memproteksi negerinya dari dibeli oleh Tiongkok. Jadilah bisa peta akompli," kata Yusuf Mansur.

Yusuf Mansur bercerita sejak tahun 2000-an ibunda Jokowi, Sudjiatmi, saban malam mengamalkan surat Al-Ikhlas dan Al-Fatihah 100 kali. Cerita itu didapatnya dari dari adik-adiknya Jokowi yang memang berhijab sejak lama.

"Sampai kemudian 2004, Pak Jokowi bisa ekspor perdana. Dibacanya Qulhu dan al Faatihah terus, sampai jadi wali kota. Dibaca terus jadi wali kota lagi. Dibaca terus, tiap malam, jadi Gubernur. Dibaca lagi, sampai jadi Presiden," tukas Yusuf Mansur.

Bahkan, kata Yusuf Mansur, sejak menjabat wali kota Solo, Jokowi sudah mendukung penuh gerakan sedekah dan tahfiz (hafalan) Al-Quran. "Jarang banget juga kali, ada Presiden yang hampir tiap hari salat hajat. Doain rakyatnya. Dan ngajak menteri-menterinya, untuk salat hajat, hajatin ke Allah, bila ada apa-apa."

Namun, Yusuf Mansur mengaku dilarang sendiri oleh Jokowi apabila kebiasan ibadahnya itu diungkapkannya ke publik. Padahal dia sudah lama ingin bicara mengenai kebiasaan ibadah Jokowi ini.

"Beliau berulang kali bilang, jangan bela saya. Kasianin PayTren. Entar ditinggal ummat," ujar Yusuf Mansur. [gil]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini