Kerap Diserang Jelang Pemilu, Pemerintah Buat Media Center Indonesia Maju untuk Luruskan Informasi

Bahlil menegaskan, media center ini akan dipergunakan untuk menyampaikan data-data yang bersinggungan dengan pemerintahan.

Alma Fikhasari
Oleh Alma Fikhasari - Reporter
Kerap Diserang Jelang Pemilu, Pemerintah Buat Media Center Indonesia Maju untuk Luruskan Informasi
Kerap Diserang Jelang Pemilu, Pemerintah Buat Media Center Indonesia Maju untuk Luruskan Informasi (Merdeka.com)

Media center tersebut bukan untuk wadah salah satu paslon.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Menteri Investas Bahlil Lahadalia meresmikan media center Indonesia Maju, yang beralamatkan di Jalan Diponegoro, Nomor 15A, Menteng, Jakarta Pusat. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Bahlil menegaskan, media center ini akan dipergunakan untuk menyampaikan data-data yang bersinggungan dengan pemerintahan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

 Sebab, di tahun politik bertebaran data-data yang tidak valid.

"Media center ini kita bangun dalam rangka memberikan wadah kepada teman-teman untuk mengkroscek karena inikan sebenarnya banyak di tahun pemilu, pileg, pilpres, kadang-kadang ada berita yang butuh informasi, nah disini kita bisa berdialog," kata Bahlil, saat konferensi pers.


"Karena ini tahun politik, penting rasanya kami dari pemerintah berpandangan untuk dilakukan percepatan memberi informasi ataupun klarifikasi terhadap berbagai masukan, kritikan ataupun plesetan data, kalau teman-teman wartawan itu paling senang diberikan plesetan data," sambungnya.

Lebih lanjut, dia menegaskan, bahwa media center tersebut bukan untuk wadah salah satu paslon capres-cawapres.&nbsp;<br><br>
Dok. Istimewa

Namun, digunakan untuk meluruskan informasi mengenai pemerintahan yang simpang siur di masyarakat.


"Jadi media center ini bukan media center capres-capresan, jadi tidak untuk capres-capres tapi ini untuk pelurusan informasi data dari pemerintah sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi yang valid ataupun serangan yang diterima (untuk pemerintah). Sekarangkan banyak juga serangan yang kami terima, urusan capres tapi serangannya ke Pemerintah," imbuhnya.
Rekomendasi