Kemenkes Dukung Penegakan Peraturan BPOM Soal Kental Manis

Rabu, 10 Maret 2021 19:11 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Kemenkes Dukung Penegakan Peraturan BPOM Soal Kental Manis Kampanye Cegah Stunting. ©2018 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) siap mendukung pelaksanaan Peraturan BPOM No 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan yang waktu penyesuaiannya akan berakhir pada April 2021 mendatang.

“Semua jenis produk makanan termasuk kental manis aman dikonsumsi selama produk tersebut digunakan sesuai peruntukan golongan umurnya,” ujar Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes, dr Rr Dhian Probhoyekti, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta dilansir Antara, Rabu (10/3).

Baca juga:
Manfaat Kalori Kental Manis yang Bikin Camilan Lezat
Fakta Sebenarnya Susu Kental Manis, Jangan Salah Kaprah
Susu Kental Manis, Ketahui Sejarah dan Manfaatnya

Dia menambahkan kental manis secara komposisi mengandung gula yang cukup tinggi sementara kandungan gizi seperti vitamin dan mineralnya sangat rendah dibandingkan susu bubuk atau susu formula lainnya.

“Jadi untuk anak-anak yang masih memerlukan zat gizi untuk pertumbuhannya dan perkembangannya secara optimal, maka makanan yang tepat adalah yang kandungan gulanya sesuai dengan usia anak tersebut, bukan kental manis. Hal itu untuk mencegah terjadinya obesitas,” tambah dia.

Peraturan BPOM itu dengan tegas melarang visualisasi kental manis yang disetarakan dengan pelengkap gizi layaknya produk susu pertumbuhan, termasuk yang diseduh dan disajikan sebagai minuman tunggal.

Baca juga:
Perhatikan Kalori Kental Manis, Baca Dulu Sebelum Sharing
Manfaat Susu Kental Manis Frisian Flag Gold, Apa Saja?
Olahan Susu Kental Manis Frisian Flag Gold untuk Awali Aktivitas Harianmu

Peraturan BPOM juga mewajibkan produsen Kental Manis untuk mencantumkan tulisan “Tidak untuk menggantikan ASI, tidak cocok untuk bayi sampai usia 12 bulan, dan tidak untuk menjadi satu-satunya sumber asupan gizi” dengan teks warna merah pada kemasannya. Namun yang tak kalah penting adalah, tayangan di televisi tidak boleh menampilkan anak di bawah usia lima tahun sebagai pemeran tunggal dalam iklan komersil produk kental manis.

Dia mengaku selalu bergandengan tangan dengan BPOM, termasuk untuk penegakan PerBPOM No.31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, utamanya terkait gizi anak.

“Itu sudah kita lakukan dan kita dukung. Peraturan tersebut menyebutkan bahwa iklan dan label kental manis dilarang menampilkan anak di bawah lima tahun, kemudian dilarang menggunakan visualisasi bahwa kental manis disetarakan dengan susu lain atau sebagai pelengkap gizi. Dilarang memvisualisasi kental manis dalam air di gelas yang disajikan sebagai minuman tunggal. Untuk iklan dilarang ditayangkan pada jam anak-anak. Ini sebenarnya sudah menjadi komitmen kita bersama dengan BPOM untuk melakukan hal ini,” terang dia.

Baca juga:
Susu Kental Manis Frisian Flag Gold Lezatkan Sarapan Harian
Fakta Susu Kental Manis yang Sering Jadi Menu Sarapan Sehat
5 Kreasi Susu Kental Manis Frisian Flag untuk Sarapan Pagi

Dia menjelaskan kandungan gula pada kental manis itu lebih dari 50 persen, sedang anak berusia satu hingga tiga tahun itu cuma membutuhkan 13-25 gram atau setara dengan dua sendok makan sehari.

Kemenkes mendorong masyarakat untuk tetap menerapkan standar emas pemberian makan bayi dan anak-anak yaitu, inisiasi menyusui dini (IMD) segera setelah bayi lahir dalam satu jam pertama, dilanjutkan dengan rawat gabung.

Kemudian memberikan makanan pendamping ASI kepada anak di atas 6 bulan, dan terus melanjutkan pemberian ASI sampai usia anak dua tahun atau lebih. [ray]

Baca juga:

Fakta Menarik Kental Manis, Pelengkap Jajanan Nusantara
Kalori Kental Manis untuk Pelengkap Es yang Segar
Sejarah Susu Kental Manis, dari Penemuan hingga Asupan Bernutrisi
Fakta Unik Susu Kental Manis, Bikin Sarapan Pagi Makin Sedap
Mengenal Susu Kental Manis yang Sering Dikonsumsi Sehari-hari
3.574.698 Orang Telah Divaksinasi Covid-19 Dosis 1, 1.262.878 Dosis 2
Data 10 Maret: 1.171 WNA di RI Positif Covid-19, 1.114 Sembuh
Data Kemenkes: 3.337.026 Orang Telah Divaksinasi Covid-19 Dosis Pertama
Kemenkes akan Distribusikan 1 Juta Alat Rapid Test dari WHO ke Provinsi PPKM Mikro
Kemenkes Permudah Lansia dan Pelayan Publik Mendapatkan Vaksin

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kemenkes
  3. Stunting
  4. BPOM
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini