Kemenkes Brasil: 27 Orang Jadi Korban Kebakaran COP30 Brasil, Mayoritas Sudah Dipulangkan

Kementerian Kesehatan Brasil melaporkan 27 orang menjadi korban kebakaran COP30 Brasil di zona biru, mayoritas telah dipulangkan setelah menjalani perawatan medis.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kemenkes Brasil: 27 Orang Jadi Korban Kebakaran COP30 Brasil, Mayoritas Sudah Dipulangkan
Kementerian Kesehatan Brasil melaporkan 27 orang menjadi korban kebakaran COP30 Brasil di zona biru, mayoritas telah dipulangkan setelah menjalani perawatan medis. (AntaraNews)

Kementerian Kesehatan Brasil mengumumkan bahwa 27 orang telah menerima perawatan medis menyusul insiden kebakaran yang melanda zona biru Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30). Peristiwa ini terjadi di Belém, Brasil, pada Kamis (20/11) siang waktu setempat. Jumlah korban naik dari 21 orang pada data sebelumnya.

Para korban mayoritas mengalami dampak inhalasi asap dan serangan kecemasan setelah kejadian. Beruntungnya, tidak ada laporan korban yang menderita luka bakar serius. Penanganan medis dilakukan oleh Pusat Operasi Kesehatan Gabungan (CIOCS).

Api berhasil dikuasai dalam enam menit oleh pemadam kebakaran dan petugas keamanan PBB. Namun, insiden ini berdampak pada penundaan proses negosiasi penting. CIOCS terus memantau kondisi kesehatan para delegasi yang terdampak.

Kementerian Kesehatan Brasil, melalui Pusat Operasi Kesehatan Gabungan (CIOCS), secara aktif memantau dan mengatur bantuan kesehatan bagi para delegasi yang terdampak. Laporan terkini per Jumat (21/11) pukul 09.00 waktu setempat mengonfirmasi 27 orang telah menerima perawatan medis. Angka ini meningkat dari 21 korban sebelumnya.

CIOCS menegaskan bahwa semua pasien telah mendapatkan penanganan yang diperlukan. Sebanyak 21 orang di antaranya kini sudah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik. Sementara itu, beberapa pasien lainnya masih menjalani observasi dan perawatan medis lanjutan di fasilitas kesehatan yang tersedia di Belém.

Jenis perawatan yang diberikan sebagian besar berkaitan dengan dampak inhalasi asap yang terjadi selama insiden kebakaran. Selain itu, beberapa korban juga mendapatkan penanganan untuk mengatasi serangan kecemasan yang muncul setelah kejadian. Pihak berwenang memastikan tidak ada korban yang mengalami luka bakar serius akibat insiden ini.

Tim kesehatan dari tingkat kota, negara bagian, dan federal terus berkoordinasi erat. Mereka memastikan tindak lanjut dan pemantauan bantuan medis berjalan optimal. Kolaborasi ini penting untuk menjamin kesehatan dan keselamatan seluruh delegasi yang hadir di COP30.

Insiden kebakaran yang terjadi di zona biru COP30 Belém ini sempat menimbulkan kekhawatiran serius. Meskipun api berhasil dikuasai dalam waktu singkat, hanya enam menit, dampaknya terasa pada jalannya konferensi. Peristiwa ini secara langsung menyebabkan penundaan proses negosiasi penting di meja-meja perundingan.

Zona biru merupakan area krusial dalam konferensi PBB, tempat delegasi dari berbagai negara berkumpul untuk membahas isu-isu perubahan iklim global. Gangguan di area ini berpotensi menghambat kemajuan diskusi dan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, kecepatan penanganan insiden menjadi sangat vital.

Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30) sendiri dijadwalkan berlangsung dari tanggal 10 November hingga 21 November 2025 di Belém, Brasil. Insiden kebakaran ini menjadi salah satu tantangan tak terduga dalam penyelenggaraan acara internasional tersebut. Fokus utama tetap pada pencapaian kesepakatan iklim yang ambisius.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi