Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah menerima penyerahan lahan sawit seluas 600 hektare di kawasan Taman Nasional (TN) Tesso Nilo, Riau. Penyerahan ini berlangsung di Desa Bagan Limau, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, pada Sabtu, 20 Desember. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menyeimbangkan kepentingan ekonomi masyarakat setempat.
Acara serah terima lahan sawit ini dihadiri langsung oleh Menteri Kemenhut Raja Juli Antoni. Ia didampingi oleh Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ossy Dermawan serta Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto bersama jajaran forum komunikasi pimpinan daerah. Kehadiran para pejabat tinggi ini menunjukkan komitmen serius pemerintah terhadap isu lingkungan dan tata ruang di wilayah konservasi.
Lahan yang diserahkan ini berasal dari 228 kepala keluarga yang sebelumnya mengelola kebun sawit di dalam kawasan taman nasional. Menteri Raja Juli Antoni menekankan pentingnya pendekatan "win-win solution" dalam kebijakan ini. Tujuannya adalah untuk menjaga keanekaragaman hayati TN Tesso Nilo sambil memastikan keseimbangan antara aspek ekologi dan ekonomi masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Menteri Kemenhut Raja Juli Antoni menyatakan bahwa kehadiran negara di Taman Nasional Tesso Nilo bukan untuk memusuhi masyarakat. Sebaliknya, pemerintah mengedepankan pendekatan persuasif untuk merelokasi warga yang memiliki kebun di dalam kawasan taman nasional. Ini menunjukkan fokus pada solusi damai dan kolaboratif dalam pengelolaan kawasan konservasi.
"Kami semua hadir di sini untuk menyaksikan satu momentum sejarah, yaitu negara hadir di Taman Nasional Tesso Nilo tidak untuk memusuhi masyarakat, tetapi melakukan persuasi untuk merelokasi masyarakat yang punya kebun di Tesso Nilo," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan filosofi pemerintah dalam menangani konflik lahan di area konservasi.
Penyerahan 600 hektare lahan sawit ini dari 228 kepala keluarga diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat lainnya. "Untuk hari ini sekitar 600 hektare dari 228 kepala keluarga telah diserahkan. Insyaallah masyarakat Desa Bagan Limau ini adalah teladan yang baik dan akan diikuti oleh masyarakat lainnya,” kata Raja Juli. Ini adalah langkah konkret dalam mengembalikan fungsi ekologis kawasan TN Tesso Nilo, serta mengurangi tekanan terhadap ekosistem penting tersebut.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah telah menyiapkan skema komprehensif bagi masyarakat yang direlokasi dari kawasan TN Tesso Nilo. Skema ini dirancang untuk memberikan solusi jangka panjang bagi warga terdampak. Ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap keberlanjutan mata pencarian masyarakat.
Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan secara simbolis telah menerima sertifikat lama dari warga. Sertifikat tersebut kemudian diserahkan kembali kepada negara sebagai bagian dari proses relokasi lahan. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga menerbitkan izin hutan kemasyarakatan bagi tiga kelompok tani.
"Tadi Pak Wamen ATR/BPN juga sudah langsung menerima. Mereka sudah punya sertifikat sebelumnya, kemudian diserahkan kepada negara dan tadi kami sudah terbitkan hutan kemasyarakatan bagi tiga kelompok tani tadi. Insyaallah nanti kalau situasi sudah lebih baik ya, nanti kita bisa menerbitkan hutan kemasyarakatan," ungkap Menteri Raja Juli. Ini membuka peluang bagi masyarakat untuk mengelola hutan secara lestari di luar kawasan inti dan memastikan kesejahteraan mereka.
Advertisement
Advertisement
Setelah penyerahan lahan sawit, proses selanjutnya adalah penumbangan pohon sawit yang ada di area tersebut. Langkah ini krusial untuk mengembalikan ekosistem asli Taman Nasional Tesso Nilo. Penumbangan sawit akan diikuti dengan program penanaman pohon-pohon endemik.
Transformasi ini bertujuan untuk memulihkan fungsi konservasi TN Tesso Nilo yang vital bagi keanekaragaman hayati. Penanaman pohon akan membantu merehabilitasi lahan yang sebelumnya digunakan untuk perkebunan sawit. Ini merupakan bagian integral dari strategi pelestarian lingkungan dan upaya menjaga kelestarian ekosistem.
Upaya ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan ekosistem dan habitat satwa liar di TN Tesso Nilo. Keberhasilan program ini akan menjadi contoh bagi pengelolaan kawasan konservasi lainnya di Indonesia. Penyerahan lahan sawit ini merupakan langkah awal yang signifikan dalam proses restorasi lingkungan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews