Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat disiplin dan integritas dalam layanan transportasi. Hal ini dilakukan dengan mencegah pungutan liar (pungli) serta meningkatkan pengawasan demi menjamin keselamatan masyarakat. Langkah ini diambil menjelang persiapan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Penegasan tersebut disampaikan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, setelah pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Pertemuan ini bertujuan untuk mempersiapkan secara matang operasional layanan transportasi selama periode Nataru. Fokus utama adalah pada sektor transportasi darat, khususnya di terminal-terminal.
Kementerian Perhubungan telah memulai persiapan operasional libur Nataru melalui koordinasi dan kolaborasi intensif. Kerja sama ini melibatkan berbagai kementerian, lembaga, serta pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Menteri Purwagandhi secara tegas menyatakan bahwa prioritas utama adalah disiplin dalam pelayanan publik. "Kami memprioritaskan disiplin dalam pelayanan publik, khususnya di terminal dan sektor transportasi darat, memastikan integritas dan mencegah pungutan liar," ujarnya. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menciptakan layanan transportasi yang bersih dan profesional.
Langkah-langkah pengawasan transportasi Nataru ini diharapkan dapat meminimalisir praktik-praktik ilegal yang merugikan masyarakat. Pencegahan pungli menjadi salah satu fokus utama untuk memastikan bahwa setiap perjalanan berlangsung adil dan tanpa beban tambahan yang tidak semestinya. Hal ini juga sejalan dengan upaya peningkatan kualitas layanan publik secara keseluruhan.
Koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, yang dipimpin oleh Tito Karnavian, juga mencakup pengawasan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah yang terlibat dalam layanan transportasi. Kerjasama ini bertujuan untuk memperkuat integritas dan memastikan bahwa semua pihak mematuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan.
Advertisement
Advertisement
Kementerian Perhubungan tidak bekerja sendiri dalam mempersiapkan libur akhir tahun ini. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menjamin kelancaran dan keselamatan. "Kami berharap periode Natal dan Tahun Baru tahun ini akan berjalan lancar dan aman," tambah Menteri Purwagandhi.
Rencana kolaborasi dengan Kementerian Dalam Negeri mencakup beberapa aspek penting. Di antaranya adalah keselamatan transportasi, penguatan dan integrasi transportasi umum regional, penyelarasan perencanaan pembangunan terkait transportasi, serta penanganan kemacetan dan pengembangan Transit-Oriented Development (TOD). Ini menunjukkan pendekatan komprehensif dalam pengawasan transportasi Nataru.
Selain itu, kedua kementerian juga akan bekerja sama dalam proyek pengembangan transportasi regional. Harmonisasi regulasi transportasi juga menjadi fokus untuk menciptakan kerangka kerja yang lebih efektif dan terpadu. Upaya ini diharapkan dapat mengatasi berbagai tantangan yang mungkin timbul selama periode puncak perjalanan.
Advertisement
Advertisement
Menteri Purwagandhi menyoroti beberapa faktor yang harus diantisipasi menjelang periode libur akhir tahun. Salah satunya adalah libur Natal dan Tahun Baru yang bertepatan dengan akhir pekan, yang diperkirakan akan meningkatkan aktivitas perjalanan secara signifikan. Kebijakan cuti bersama nasional juga memberikan fleksibilitas lebih besar bagi masyarakat untuk bepergian.
Pemerintah, menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, telah meluncurkan program stimulus liburan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB). Program ini bertujuan untuk mendukung sektor pariwisata dan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin berlibur. Ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengelola mobilitas masyarakat.
Untuk memastikan kelancaran mobilitas, Kemenhub juga sedang memfinalisasi SKB tentang pembatasan angkutan barang selama periode libur 2025/2026. "Kami juga memfinalisasi SKB tentang pembatasan angkutan barang selama periode libur 2025/2026 untuk memastikan kelancaran mobilitas," jelasnya. Langkah ini penting untuk menghindari penumpukan kendaraan dan menjaga arus lalu lintas tetap lancar.
Advertisement
Sumber: AntaraNews