Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Bengkulu secara aktif mensyiarkan pentingnya penerapan ekoteologi. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong umat beragama agar lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. Langkah ini sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bengkulu.
Kepala Kanwil Kemenag Bengkulu, Dr. H. Saefudin Latief, S.Ag., M.Si., menjelaskan bahwa penguatan ekoteologi menjadi bagian integral dari program Ramadhan. Program ini menekankan kedekatan spiritual kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, program ini juga menyoroti tanggung jawab manusia dalam menjaga keutuhan alam semesta.
Berbagai bencana alam seperti banjir, banjir bandang, dan longsor yang kerap terjadi menjadi pengingat serius. Bencana-bencana tersebut menegaskan urgensi merawat lingkungan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, Kemenag Bengkulu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersyukur atas karunia alam dengan menjaganya dari kerusakan.
Advertisement
Advertisement
Konsep ekoteologi menekankan hubungan erat antara spiritualitas dan lingkungan hidup. Kemenag Bengkulu memandang bahwa nilai-nilai agama mengajarkan manusia untuk menjadi khalifah di bumi. Peran ini berarti bertanggung jawab penuh atas pemeliharaan serta keberlanjutan alam semesta.
Saefudin Latief menegaskan bahwa sudah saatnya masyarakat dan seluruh pihak terkait menunjukkan kepedulian. Mereka harus aktif menjaga serta mencegah kerusakan lingkungan. Hal ini merupakan wujud nyata rasa syukur atas segala karunia yang telah diberikan oleh Allah SWT.
Bencana alam yang terjadi berulang kali di berbagai daerah menjadi indikator penting. Ini menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Oleh karena itu, pendekatan ekoteologi diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif untuk bertindak nyata.
Advertisement
Advertisement
Selama bulan Ramadhan, Kemenag Bengkulu memberdayakan para penyuluh agama di seluruh wilayah. Para penyuluh ini disebar ke berbagai masjid untuk menggerakkan kegiatan keagamaan. Mereka juga bertugas menyampaikan pesan-pesan penting mengenai menjaga lingkungan hidup.
Para penyuluh agama diminta secara khusus untuk menguatkan ajakan mencintai alam. Mereka juga mendorong upaya merawat lingkungan serta menghindari tindakan perusakan seperti penggundulan hutan. Upaya ini dinilai sangat sejalan dengan nilai-nilai keagamaan yang menempatkan manusia sebagai penjaga alam.
Selain itu, Kemenag Bengkulu juga akan mengawali rangkaian kegiatan Ramadhan dengan pelaksanaan rukyatul hilal. Pemantauan hilal ini akan digelar serentak secara nasional pada 17 Februari 2026 sore. Hasil pemantauan tersebut akan dikirimkan ke Kementerian Agama RI sebagai bahan sidang isbat penentuan awal Ramadhan.
Advertisement
Selama Ramadhan, Kemenag Bengkulu juga akan menyelenggarakan Safari Ramadhan. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Secara internal, kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di lingkungan kantor hingga tingkat kabupaten dan kota.
Advertisement
Berbagai kajian Ramadhan lainnya juga diselenggarakan untuk memperkuat pemahaman keagamaan. Kajian ini ditujukan bagi aparatur sipil negara dan masyarakat umum. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas ibadah dan pengetahuan agama selama bulan suci.
Kemenag Bengkulu mengimbau masyarakat untuk menyambut Ramadhan dengan gembira dan khusyuk. Peningkatan ibadah, dzikir, dan doa diharapkan dapat dilakukan secara maksimal. Doa juga dipanjatkan bagi bangsa yang sedang menghadapi berbagai ujian dan tantangan.
Momentum Ramadhan diharapkan dapat memperkuat rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan. Selain itu, bulan suci ini juga menjadi ajang untuk meningkatkan kepedulian sosial. Semangat berbagi kepada sesama juga diharapkan semakin tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews