Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kekeringan, warga Kabupaten Bandung kesulitan air bersih

Kekeringan, warga Kabupaten Bandung kesulitan air bersih Ilustrasi Kekeringan Musim Panas. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejumlah warga Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat kesulitan mendapatkan air bersih. Alhasil masyarakat harus membeli atau mengambil air ke daerah lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Sumur di musim kemarau kering, ini juga sudah banyak yang kering," kata Sari, seorang warga yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih di Kompleks Pamoyanan, Desa Panenjoan, Cicalengka, Kabupaten Bandung di Bandung, Minggu (22/7).

Seperti dilansir dari Antara, dia menuturkan kondisi kesulitan air bersih sudah berlangsung cukup lama. Apalagi, saat musim kemarau, air sumur maupun pompa milik warga, sudah tidak ada airnya.

Sejumlah warga, dia menambahkan, terpaksa harus membeli dari penjual air bersih yang biasa keliling perumahan dengan harga Rp 20 ribu untuk memenuhi kebutuhan mandi, memasak, mencuci pakaian, maupun perabotan rumah.

"Kalau saya setiap hari beli air, harganya Rp 20 ribu, sehari bisa habis delapan 'kompan' (jerigen), kalau lagi nyuci bisa 12 'kompan'," jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa sebelumnya pihak pemerintah desa membuat sumur artesis untuk dialirkan ke rumah warga yang menjadi pelanggan air sumur tersebut. Namun, katanya, sumber air tersebut tidak mengalir secara normal, bahkan tidak ada airnya. Walaupun sewaktu-waktu mengalir, debit airnya relatif kecil.

"Tetangga saya yang pada pasang sudah berhenti (langganan air artesis, red.) karena kocoran air sedikit, terus kadang enggak ngalir airnya," jelas ibu rumah tangga itu.

Selain di Pamoyanan, warga di Kampung Kebon Kelapa, Desa Panenjoan, Cicalengka mengalami hal serupa. Seorang warga setempat, Nurhaeni mengaku, harus mengambil air bersih setiap hari ke daerah lain yang masih memiliki banyak sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Setiap hari saya harus ngambil air ke rumah saudara pakai sepeda motor, karena di rumah tidak ada air," jelasnya.

Ia berharap, pemerintah memperhatikan kebutuhan air bersih bagi warga Kecamatan Cicalengka karena kondisi tersebut selalu terjadi pada musim kemarau. Air bersih, kata dia, merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi setiap hari untuk kebutuhan minum, memasak, mencuci, maupun membersihkan diri.

"Air itu sangat penting, saya harap pemerintah memperhatikan warga yang kesulitan mendapatkan air bersih," tutup Nurhaeni.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP